Gubernur Mirza Kukuhkan Darussalam Pimpin FPK Lampung

0
86

Kinni.id, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengukuhkan kepengurusan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Lampung periode 2025–2029 di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Selasa (7/7/2026).

Sebelum menyerahkan bendera pataka FPK Lampung kepada Ketua FPK terpilih, H. Darussalam, SH, MH, Gubernur Mirza berpesan kepada seluruh pengurus agar menjaga perdamaian yang telah terbangun di Lampung selama ratusan tahun.

Dalam sambutannya, Mirza mengatakan Lampung merupakan daerah yang terbuka bagi para pendatang sejak lama.

“Alhamdulillah sifat orang Lampung gampang menerima atau berangkenen sehingga orang Lampung asal daerah lain merasa di rumahnya sendiri,” ujar Mirza.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan anugerah sekaligus kekuatan daerah yang harus terus dirawat melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan gotong royong dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Mirza menegaskan dirinya tidak khawatir terhadap keberagaman yang ada di Provinsi Lampung. Sebaliknya, keberagaman merupakan kekuatan untuk bersama-sama membangun daerah.

“Kalau gak ada orang Sulawesi, orang Lampung gak makan ikan,” ujar Mirza disambut tawa hadirin.

Suasana pengukuhan juga dimeriahkan puluhan papan bunga ucapan selamat dari berbagai mitra, lembaga, dan tokoh masyarakat atas dilantiknya H. Darussalam beserta jajaran pengurus FPK Lampung periode 2025–2029.

Salah satunya berasal dari Gubernur Mirza yang bertuliskan, “Selamat dan sukses H. Darussalam, SH, MH sebagai Ketua FPK Lampung masa bakti 2025–2029.” Ucapan serupa juga datang dari Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar serta berbagai pihak lainnya.

Sementara itu, H. Darussalam menyatakan siap mengemban amanah sebagai garda terdepan dalam memperkuat pembauran, menjaga kerukunan, dan merawat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Lampung bersama seluruh jajaran pengurus.

“Alhamdulillah, seluruh pengurus semakin solid. Kami memiliki tekad yang sama untuk menjaga Lampung tetap damai. Jangan sampai perbedaan suku, agama, ras, maupun budaya menjadi alasan perpecahan. Justru keberagaman itulah kekuatan terbesar yang dimiliki Lampung,” kata Darussalam.

BACA JUGA :   Bupati Adipati Hadiri Musrembang Tingkat Kecamatan Way Tuba

Ia mengatakan semangat kebersamaan telah terlihat sejak proses persiapan pelantikan. Perwakilan dari 37 etnis dan suku di Provinsi Lampung duduk bersama dalam satu forum untuk menyusun langkah memperkuat harmoni sosial.

Sekretaris FPK Lampung, Idris KS, menjelaskan forum tersebut menjadi wadah pembauran yang berfungsi memperkuat integrasi sosial dan budaya di tengah masyarakat yang majemuk.

“FPK hadir untuk menjaga, memelihara, dan memperkuat pembauran, persatuan, serta kesatuan masyarakat. Kami juga telah menyiapkan berbagai program kerja unggulan setiap tahun sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

FPK dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung. Saat ini, forum tersebut menaungi 37 organisasi etnis dan suku sebagai representasi keberagaman masyarakat di Bumi Ruwa Jurai.

Darussalam optimistis semangat kebersamaan yang telah terbangun di antara seluruh pengurus akan menjadi modal besar dalam menjalankan berbagai program organisasi.

“Semoga pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal pengabdian untuk terus merawat persaudaraan, memperkuat persatuan, dan menjaga Lampung tetap sejuk bagi semua,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Elty Yunani, SH, MKn, MG, Ph.D., CLA, pemilik Elty Gallery, menjelaskan filosofi seragam yang dikenakan para pengurus FPK. Menurutnya, warna hitam melambangkan keteguhan, kewibawaan, dan kepercayaan diri, sedangkan benang emas yang terinspirasi dari motif tapis menjadi simbol kemuliaan budaya Lampung, kejayaan, serta harapan agar setiap langkah pengurus selalu diterangi nilai-nilai kearifan lokal.

Di tengah derasnya arus informasi yang kerap memicu polarisasi, keberadaan FPK dinilai semakin relevan sebagai ruang perjumpaan berbagai identitas untuk saling memahami dan memperkuat persatuan.

Sejarah menunjukkan bahwa bangsa yang besar bukanlah bangsa yang tanpa perbedaan, melainkan bangsa yang mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan. Semangat itulah yang diharapkan terus terjaga di Bumi Ruwa Jurai melalui kebersamaan, saling menghormati, dan komitmen menjaga Lampung tetap damai. (Kn/*)

Facebook Comments