Kinni.id, Bandar Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi Gerindra, Mikdar Ilyas, menyampaikan duka cita atas meninggalnya dua warga Dusun Rejomulyo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, yang diduga tersengat aliran listrik dari jebakan tikus di area persawahan.
Korban, Enok (63) dan anaknya, Darmi (35), ditemukan meninggal dunia pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Keduanya diduga tersengat aliran listrik yang dipasang sebagai jebakan tikus di sawah milik Edi Apriawan alias Juna (41).
Mikdar mengatakan peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran agar petani tidak lagi menggunakan aliran listrik untuk membasmi hama tikus karena sangat membahayakan keselamatan masyarakat.
“Atas nama Komisi II DPRD Provinsi Lampung, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” kata Mikdar, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, pemilik sawah memang mengetahui adanya aliran listrik yang dipasang. Namun, masyarakat atau orang lain yang melintas belum tentu mengetahui keberadaan jebakan tersebut sehingga berpotensi menimbulkan korban jiwa.
“Karena itu kami mengimbau seluruh petani agar tidak lagi menggunakan aliran listrik sebagai perangkap tikus. Cara seperti ini sangat berbahaya dan berisiko memakan korban,” ujarnya.
Mikdar menjelaskan pemerintah melalui Dinas Pertanian sebenarnya telah menyediakan alternatif pengendalian hama tikus berupa bantuan obat pembasmi tikus yang dapat diakses melalui dinas pertanian kabupaten dengan berkoordinasi bersama Dinas Pertanian Provinsi Lampung.
Ia mendorong petani, khususnya yang membutuhkan dan kurang mampu, agar berkoordinasi dengan dinas terkait sehingga tidak lagi menggunakan cara-cara yang membahayakan keselamatan.
“Silakan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Ada bantuan obat pembasmi tikus yang memang disiapkan pemerintah untuk membantu petani, terutama yang kurang mampu,” katanya.
Di sisi lain, Mikdar mengakui serangan hama tikus saat ini menjadi keluhan hampir seluruh petani di berbagai daerah di Lampung. Menurutnya, persoalan tersebut akan menjadi perhatian Komisi II DPRD Provinsi Lampung.
“Kami banyak menerima keluhan dari petani padi, jagung hingga singkong. Serangan tikus sudah sangat luar biasa dan ini akan kami bahas bersama dinas terkait, termasuk dalam pembahasan anggaran,” ucapnya.
Ia juga memastikan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Fraksi Gerindra di DPR RI agar diteruskan kepada Kementerian Pertanian, sehingga pemerintah pusat dapat memperkuat program pengendalian hama tikus guna mencegah gagal panen dan menjaga ketahanan pangan.
“Masalah hama tikus ini tidak bisa dianggap sepele. Dampaknya besar terhadap hasil panen petani dan target ketahanan pangan. Karena itu perlu penanganan yang serius dari semua pihak,” pungkasnya. (Kn/*)



