Survei Indikator Maret Prabowo Naik, Gerindra Lampung: Kita Terus Bekerja

0
194

Kinni.id, Jakarta – Indikator Politik Indonesia mencatat elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengalami kenaikan. Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengalami kondisi stagnasi dalam beberapa bulan terakhir. Di sisi lain, elektabilitas Anies Baswedan justru semakin melemah.

Menanggapi soal kenaikan elektabilitas Prabowo Subianto dalam Survei Indikator Politik per Maret 2023, Ahmad Giri Akbar Sekretaris DPD Gerindra Lampung menyampaikan, bahwa hal tersebut menjadi pacuan untuk kader-kader Gerindra tetap semangat dalam menjadikan Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai presiden 2024.

“Survei dan indikator itu menjadikan kita tetap semangat dalam bekerja, bekerja dan bekerja. Perintah Ketua harian bahwa kita tidak bisa terlena, oleh endorsemen ataupun hasil-hasil survey kita terus bekerja tetap dekat dengan masyarakat, tetap dekat dengan rakyat. Semoga kita terus konsisten sehingga nanti pun saat pak Prabowo terpilih sebagai presiden hal tersebut tetap dilakukan bersama rakyat, dekat dengan rakyat dan selalu mementingkan kepentingan rakyat,” ungkapnya, Minggu (26/3/2023).

Iyay Giri sapaan akrabnya juga menambahkan, perolehan survei yang naik tersebut tentu di syukuri dan juga menjadi motivasi untuk memenangkan partai Gerindra.

“Buat kami DPD Gerindra Lampung tentu kami mensyukuri kalo ada survei dan indikator pak Prabowo terus naik trennya, tapi buat kami konsilidasi PAC, ranting, relawan, serta segenap kader Gerindra terus kami lakukan dan perbuat sehingga apa yang menjadi cita-cita Gerindra menjadikan pak Prabowo presiden Indonesia menang dapat terwujud,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan dalam simulasi tiga nama calon presiden (Capres) 2024, suara Ganjar masih tertinggi dengan 36,8 persen. Disusul Prabowo 27 persen; Anies 26,8 persen; dan 9,4 persen suara lainnya mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.

BACA JUGA :   DPRD Lampung Apresiasi Inisiatif Dinas BMBK Dalam Memperbaiki Jalan Ryacudu

“Ganjar meskipun di peringkat pertama, itu juga tidak terlalu besar. Bahkan dalam beberapa bulan pun cenderung mengalami stagnasi. Pak Prabowo yang awalnya dianggap tinggal menunggu waktu untuk terlempar dalam persaingan, ternyata kompetitif lagi di beberapa bulan,” ujar Burhanuddin dalam acara daring, Minggu (26/3/2023).

Sementara itu apabila melihat grafik survei Indikator politik dalam lima bulan terakhir, elektabilitas Ganjar masih belum stabil. Pada Oktober 2022, elektabilitasnya tembus 35,1 persen.

Kemudian turun menjadi 33,9 pada November 2022. Pada Desember 2022, elektabilitas kembali naik menjadi 35,8 persen.

Lalu, elektabilitas naik lagi jadi 37,4 pada Februari 2023. Tapi kemudian turun menjadi 36,8 pada Maret 2023.

Sementara Prabowo 26,3 persen pada Oktober 2022. Kemudian turun menjadi 23,9 persen pada November 2022; naik menjadi 26,7 persen pada Desember 2023. Lalu turun pada Februari 2023 menjadi 24,1 persen, dan naik menjadi 27 persen pada Maret 2023.

Sedangkan Anies mendapatkan 28,3 persen pada Oktober 2022 dan mengalami kenaikan signifikan menjadi 32,2 persen pada November 2022. Kemudian turun menjadi 28,3 persen pada Desember 2022; naik menjadi 29,4 persen pada Februari 2023, dan kembali turun menjadi 26,8 persen pada Maret 2023.

“Mas Anies yang sempat mendapatkan momentum setelah dicapreskan NasDem, bahkan mendapatkan dukungan dari partai Demokrat dan PKS ternyata malah melemah,” ungkap dia.

Ada pun temuan survei nasional ini dilakukan selama periode Februari-Maret 2023. Responden survei merupakan WNI berusia 17 tahun ke atas yang memiliki hak pilih pada Pemilu.

Responden survei terpilih diwawancarai secara tatap muka dan berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Kemudian, penarikan sampel survei ini menggunakan metode multistage random sampling.

BACA JUGA :   Yuk Ikutan Pemilihan Puteri Indonesia Lampung 2023, Catat Syaratnya!!

Dalam periode 9-16 Februari 2023, jumlah sampel sebanyak 1.220 orang. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan sekitar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara survei dalam periode 12-18 Maret 2023, jumlah sampel sebanyak 800 orang. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 800 responden memiliki toleransi kesalahan sekitar kurang lebih 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.(Red)

Facebook Comments