KINNI.ID, BATAM — Di balik geliat industri dan pelabuhan di Kota Batam, Kepulauan Riau, aktivitas gelap distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terus menjamur. Penampungan solar ilegal beroperasi diam-diam, antara lain di kawasan Eco Green, Batu Besar, dan Batu Ampar.
Penelusuran menunjukkan truk-truk silih berganti berhenti di area tersebut. Terlihat jeriken berisi solar hasil “kencing” truk serta selang untuk memindahkan solar dari tangki kendaraan. Bahkan, beberapa waktu lalu, sebuah minibus Lite Ace kedapatan membawa banker minyak serta jeriken berisi solar.
Solar subsidi yang ditampung di lokasi itu berasal dari praktik kencing solar sopir truk trailer maupun kendaraan besar lainnya. Modusnya, sopir mengisi penuh BBM subsidi di SPBU, lalu menyisihkan sebagian dari tangki kendaraan untuk dijual kembali ke penampung. Solar dikeluarkan dari tangki truk menggunakan selang, kemudian dipindahkan ke jeriken berkapasitas 35 liter.
Praktik ilegal ini tidak hanya merugikan pemilik kendaraan, tetapi juga negara akibat kebocoran subsidi. Solar yang seharusnya untuk transportasi umum dan masyarakat justru beralih ke pasar gelap. Dalam skala besar, praktik ini membuat kuota BBM subsidi tidak tepat sasaran, menekan ketersediaan di SPBU, dan pada akhirnya membebani keuangan negara.
Dampak langsung dirasakan masyarakat. Saat kuota berkurang, antrean panjang kendaraan di SPBU kerap terjadi, terutama bagi nelayan dan sopir angkutan umum yang bergantung pada solar subsidi. Sementara itu, penampung dan pengepul meraup keuntungan berlipat dari permainan harga.
Sumber Kinni.id menyebut, penampung solar di sekitar Eco Green berinisial M. “Cara mainnya rapi, tapi orang dalam pasti tahu,” ujar dia.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, menegaskan pihaknya akan menindak tegas penyalahgunaan BBM subsidi.
“Apalagi ketika ada penampung BBM ilegal, kita akan turun. Akan kita tindak,” kata Gustian Riau, Rabu (20/8/2025).
Ia menambahkan, pemerintah akan menindak tegas setiap pelaku yang terbukti menyelewengkan BBM bersubsidi. “Kami akan mendisiplinkan, terutama truk-truk dari perusahaan. Kami menghimbau untuk tidak menyalahgunakan BBM subsidi,” ujarnya. (Kn/*)



