Di Tengah Keterbatasan Fiskal, Tubaba Buktikan “Samudra Kolaborasi” dan Pemberdayaan, Berhasil Pikat Daerah Lain

0
29

Kinni.id, Tubaba – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Daerah yang dipimpin langsung oleh Bupati Tubaba, Ir. Novriwan Jaya, S.P., di Ruang Rapat Bupati, Selasa (04/08/2026).

Rakor yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Tubaba, para Asisten, Inspektur, seluruh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga Camat se-Kabupaten Tubaba ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor serta melahirkan arah kebijakan daerah yang inklusif dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Membuka arahannya, Bupati Novriwan Jaya menekankan bahwa tantangan keterbatasan anggaran (fiskal) daerah bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi. Mengutip pesan mendalam dari pembekalan kepemimpinan di Lemhannas baru-baru ini serta relevansi nilai-nilai keagamaan, Bupati mengajak seluruh jajarannya untuk meruntuhkan ego sektoral demi kepentingan publik.

“Sendiri kita hanya sebias titik, tetapi bersama kita adalah samudra. Tidak ada yang bisa kita raih tanpa adanya kebersamaan. Kuncinya saat ini adalah kolaborasi,” tegas Bupati di hadapan jajaran pimpinan daerah.

Bupati memaparkan pengalaman berharga dari studi kepemimpinan nasional, termasuk pentingnya beradaptasi dengan situasi global. Pembelajaran dari negara maju seperti Singapura membuktikan bahwa fondasi utama kekuatan suatu bangsa terletak pada tiga pilar mendasar: layanan kesehatan yang prima, pendidikan berbasis karakter, serta lingkungan hidup yang sehat.

Meski mengelola APBD yang tergolong efisien dan terbatas dibanding daerah lain di Indonesia, Bupati Tubaba mengungkapkan rasa bangganya terhadap ketangguhan warga Tubaba. Berkat strategi pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran, program-program inovatif Tubaba justru menjadi contoh (role model) bagi daerah lain yang memiliki APBD jauh lebih besar.

Beberapa program unggulan Tubaba yang sukses menyedot perhatian daerah lain di antaranya:

• Penguatan Bank Sampah Mandiri: Inovasi pengelolaan sampah berbasis komunitas yang telah terbukti mampu menghadirkan manfaat nyata, mulai dari pengadaan ambulans swadaya hingga pembiayaan kepesertaan BPJS bagi warga.

BACA JUGA :   Biaya PBG dan BPHTB Dihapus

• Forkopimda Masuk Sekolah & Pendidikan Karakter: Pembentukan mental generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berakhlak mulia.

• Kolaborasi Olahraga Efisien: Kesuksesan penyelenggaraan Liga U-17 tingkat provinsi dengan anggaran efisien melalui pendekatan gotong royong.

• Pemberdayaan Ekonomi & BAZNAS: Optimalisasi zakat dan bantuan kemasyarakatan yang langsung menyasar kesejahteraan warga.

Dalam arahan teknisnya, Bupati menginstruksikan Sekda dan seluruh dinas pemangku pendapatan untuk bekerja lebih ekstra, terukur, dan proaktif dalam menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, Pemkab Tubaba juga bergerak cepat merapikan regulasi pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM lokal. Bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan lembaga resmi terkait, Pemkab Tubaba berkomitmen memangkas birokrasi dan biaya pelatihan sertifikasi halal agar para pelaku UMKM dan Juru Sembelih Halal (Juleha) di Tubaba dapat naik kelas secara legal dan efisien.

Mengakhiri arahannya, Bupati mengimbau seluruh pejabat dan jajaran OPD untuk tidak hanya bekerja di balik meja, melainkan aktif turun ke lapangan menyapa warga. Pembinaan ke bank sampah-bank sampah desa, misalnya, diinstruksikan untuk rutin dilakukan minimal dua minggu sekali.

“Bukan soal materi yang kita bawa saat turun ke bawah, melainkan kehadiran, perhatian, dan rasa kebersamaan yang kita berikan kepada warga. Ketika kita hadir secara fisik dan jiwa, masyarakat merasa dirangkul dan didukung penuh,” pungkasnya penuh optimisme.

Melalui Rakor ini, Pemerintah Kabupaten Tubaba menegaskan komitmennya untuk terus bergerak maju, optimistis, dan menjunjung tinggi gotong royong menuju Tubaba yang lebih mandiri, berdaya, dan sejahtera. (Kn/*)

Facebook Comments