KINNI.ID, BANDAR LAMPUNG – Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) resmi menetapkan Ade Utami Ibnu sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Provinsi Lampung periode 2025–2030. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf, pada Kamis sore (24/7), dalam suasana hangat di Kantor DPTP PKS Jakarta secara daring.
Penetapan Ade Utami Ibnu menandai keberlanjutan estafet kepemimpinan kader pondok pesantren di tubuh PKS Lampung. Setelah dua periode sebelumnya (2015–2020 dan 2020–2025) dipimpin oleh Ahmad Mufti Salim—alumni Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta, dan Universitas Islam Madinah—kini tongkat amanah diteruskan oleh Ade Utami Ibnu, alumnus Pondok Pesantren At Thohiriyah, Serang, Banten.
Meski sama-sama berlatar belakang pesantren, jalur pendidikan keduanya mencerminkan dua arus besar pendidikan Islam yang saling melengkapi. Mufti Salim menempuh jalur pendidikan madrasah hingga perguruan tinggi berbahasa Arab, seperti LIPIA dan Universitas Islam Madinah. Sementara itu, Ade menempuh pendidikan menengah formal umum dan melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Lampung (Unila). Meski berbeda jalur, keduanya dikenal sebagai figur berprestasi, disiplin, dan konsisten dalam perjuangan dakwah politik.
Kepemimpinan mereka juga bukan hal baru. Pada periode 2015–2020, keduanya telah dipasangkan dalam formasi sinergis: Mufti Salim sebagai Ketua DPW dan Ade Utami Ibnu sebagai Sekretaris DPW. Kini, formasi kolaboratif itu hadir kembali, dengan Ade sebagai Ketua DPW dan Mufti Salim menjabat Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Lampung.
Formasi kepemimpinan PKS Lampung periode ini semakin lengkap dengan hadirnya Tri Mulyono sebagai Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW). Tri Mulyono juga merupakan santri tulen, alumni Pondok Pesantren Mahasiswa Darul Hikmah, Bandar Lampung, yang kemudian melanjutkan pendidikan di LIPIA Jakarta—sama seperti Mufti Salim.
Dengan demikian, kepemimpinan PKS Lampung 2025–2030 kini dipegang oleh tiga figur utama berlatar belakang pesantren: Ade Utami Ibnu (At Thohiriyah, Serang), Ahmad Mufti Salim (Krapyak, Yogyakarta), dan Tri Mulyono (Darul Hikmah, Bandar Lampung). Formasi ini dijuluki sebagai “Trio Pondok” yang siap membawa PKS Lampung melangkah lebih kuat, solid, dan membumi.
Kombinasi pengalaman, kedalaman pemahaman terhadap nilai-nilai religius, kepiawaian manajerial, serta kedekatan dengan masyarakat menjadi modal sosial-politik penting bagi PKS Lampung. Di tengah tantangan zaman, ketiganya diharapkan saling menguatkan dan berkolaborasi sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing demi kemaslahatan umat, masyarakat Lampung, dan bangsa Indonesia secara umum.
Kepemimpinan ini menjadi wujud konsistensi PKS dalam menjaga akar ideologis, mengakar di masyarakat, dan membuka ruang sinergi antara nilai-nilai Islam, pelayanan publik, dan pembangunan daerah.
“Semoga Allah memberkahi dan meneguhkan langkah para pemimpin ini (bersama lima pimpinan PKS Lampung lainnya) dalam membawa PKS Lampung menjadi lebih baik, lebih kokoh, dan lebih melayani,” demikian bunyi penutup dalam pernyataan resmi tersebut. (Kn/*)



