Perkuat Kesiapsiagaan Jemaat, GPIB Marturia Lampung Gelar Pelatihan Tanggap Bencana

0
33

KINNI.ID, BANDAR LAMPUNG – Satgas Pelayanan Bencana (Satgas PB) GPIB Jemaat Marturia Lampung menggelar Pelatihan Tanggap Bencana sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (30/5/2026) di Saung Sekar serta Senin (1/6/2026) di Kolam Renang Universitas Lampung, dengan penutupan kegiatan kembali dilaksanakan di Saung Sekar, Bandar Lampung.

Mengusung tema “Siap, Peduli, Bertindak!”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen gereja dalam membangun jemaat yang peduli dan siap siaga terhadap sesama, sekaligus siap memberikan pelayanan kemanusiaan saat terjadi bencana.
Pelatihan diikuti 30 anggota jemaat dan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandar Lampung. Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penanganan darurat, mitigasi risiko bencana, koordinasi bantuan kemanusiaan, hingga langkah-langkah penyelamatan dasar saat menghadapi situasi krisis.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Marturia Lampung, Pendeta Deasy Elizabeth Watimena Kalalo. “Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan yang luas dalam penanggulangan bencana, saling tolong-menolong dalam situasi apa pun, baik antarjemaat maupun di tengah masyarakat, serta menjadi garda terdepan dalam menghadapi bencana,” ungkapnya.

Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua Satgas, Charles Case, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jemaat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi. Selain membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan bencana untuk memperkuat keterampilan di lapangan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan jemaat. Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bertindak dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal dalam mendukung pelayanan kemanusiaan serta membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.

BACA JUGA :   Wagub Lampung Kunjungi Jawa Tengah Pembelajaran Digitalisasi UMKM Penanggulangan Kemiskinan

Melalui pelatihan tanggap bencana ini, GPIB Jemaat Marturia Lampung menegaskan perannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan iman, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif membangun ketangguhan masyarakat dan siap hadir memberikan pertolongan bagi sesama yang membutuhkan. (Kn/*)

Facebook Comments