Pelindo Panjang Fokus Pangkas Port Stay demi Efisiensi Logistik

0
230

KINNI.ID, BANDAR LAMPUNG – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Regional 2 Panjang terus memperkuat kinerja operasional dan integrasi layanan guna meningkatkan efisiensi serta daya saing logistik.
Hal tersebut disampaikan, Hardianto General Manager  Pelindo 2 Panjang dalam pemaparan terkait kinerja dan strategi operasional pelabuhan, yang menekankan pentingnya peran media, peningkatan layanan, serta transformasi sistem digital.

Dalam operasionalnya, pelabuhan menjalankan rangkaian aktivitas mulai dari kedatangan kapal, proses bongkar muat, hingga keberangkatan. Seluruh proses ini menjadi satu kesatuan yang diukur melalui indikator waktu layanan kapal atau port stay.
“Fokus kami adalah bagaimana menekan waktu port stay, sehingga kapal bisa cepat sandar, bongkar muat berjalan efisien, dan segera kembali berlayar,” ujar Hardianto, di Gedung Akhlak Pelindo 2 Panjang, Bandar Lampung, Kamis (9/4/26).

Selain itu, pengelolaan arus barang di lapangan penumpukan juga menjadi perhatian. Barang diupayakan tidak terlalu lama berada di pelabuhan agar tetap produktif dan tidak menghambat perputaran logistik.
Dari sisi kinerja, tercatat sekitar 2.100 kunjungan kapal, termasuk kapal besar sekitar 150–160 unit, dengan aktivitas operasional pada akhir tahun berjalan relatif stabil tanpa gangguan berarti.

Secara global, penurunan ekspor sempat terjadi pada 2023. Namun, tren mulai menunjukkan pemulihan pada periode 2024–2025. Khususnya, arus peti kemas mengalami peningkatan signifikan, dengan kenaikan sekitar 16 persen pada Februari dan secara umum mencapai 20 persen.

Meski demikian, terdapat ketidakseimbangan antara arus ekspor dan impor. Di Pelabuhan Panjang, arus barang keluar (ekspor) tercatat lebih dominan dibandingkan barang masuk, berbeda dengan beberapa pelabuhan lain yang justru didominasi impor.
“Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan logistik, terutama dalam menjaga keseimbangan arus kontainer,” tambahnya.

Sebagai bagian dari transformasi, Pelindo juga telah meluncurkan sistem Integrated Planning and Control (IPC) atau Port Management Center (PMC). Sistem ini menjadi pusat kendali operasional terpadu yang memantau seluruh aktivitas pelabuhan secara real-time.
Melalui PMC, seluruh proses mulai dari perencanaan kedatangan kapal, penggunaan alat dan armada, hingga keberangkatan kapal dapat dikendalikan dalam satu sistem terintegrasi. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan koordinasi serta menekan waktu layanan.

BACA JUGA :   Ketua DPRD dan Gubernur Lampung Tegaskan Komitmen Akuntabilitas di Entry Meeting BPK RI

Di sisi lain, Pelindo Panjang juga mencatat capaian dalam aspek transparansi dengan meraih penghargaan keterbukaan informasi publik dengan predikat “baik sekali” pada Desember.

Manajemen juga menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis, tidak hanya dalam menyampaikan informasi, tetapi juga sebagai ruang dialog sosial serta sarana membangun kepercayaan publik.
“Kami berharap setiap informasi, terutama yang bersifat negatif, dapat dikonfirmasi terlebih dahulu sehingga pemberitaan tetap berimbang dan akurat,” tuturnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pelindo Panjang optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan serta mendukung kelancaran arus logistik di wilayah Lampung dan sekitarnya.  (Kn)

Facebook Comments