KINNI.ID, Bandar Lampung – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia menggelar bimbingan teknis pemantapan pembinaan ideologi Pancasila sekaligus menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan DPRD Provinsi Lampung. Acara berlangsung di Gedung Abung, Kompleks Pemprov Lampung.
Kepala BPIP RI, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, menegaskan pentingnya penandatanganan kerja sama tersebut sebagai langkah memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila di daerah.
“Saya berterima kasih bisa hadir di Lampung untuk menandatangani MoU sekaligus memberikan pemantapan ideologi Pancasila kepada DPRD Provinsi Lampung,” kata Yudian, Kamis (18/09)
Dalam sambutannya, Yudian juga menyinggung buku barunya berjudul Mengapa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Terbaik dan Terhebat di Muka Bumi. Buku itu, menurutnya, segera akan dibagikan kepada para pemangku kepentingan.
“Selama ini kita diajarkan bahwa proklamasi adalah hasil perjuangan bangsa, itu benar tapi belum lengkap. Yang membuat proklamasi kita istimewa adalah karena terjadi di tengah Perang Dunia II, perang terbesar dalam sejarah umat manusia,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski bangsa Indonesia dijajah ratusan tahun dan kalah dalam teknologi militer, momentum Perang Dunia II justru membuka jalan bagi lahirnya kemerdekaan.
“Kalau kita berpikir pada masa itu, sangat sulit membayangkan Indonesia bisa merdeka. Namun sejarah membuktikan sebaliknya, inilah kehebatan proklamasi kita,” kata Yudian.
BPIP berharap kerja sama dengan DPRD Lampung dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila, baik melalui pembinaan maupun penguatan regulasi di daerah.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Lampung, Kostiana, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, bimbingan teknis menjadi ruang penting untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan di kalangan pimpinan dan anggota DPRD.
“Melalui kegiatan ini, kita dapat semakin memahami, menanamkan, dan mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemantapan Pancasila harus diwujudkan tidak hanya dalam peraturan, tetapi juga dalam praktik sehari-hari, baik di lembaga pemerintahan maupun masyarakat.
“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan, memberikan kekuatan, serta meningkatkan semangat kebangsaan bagi kita semua,” kata Kostiana.
Di akhir sambutan, ia mengingatkan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai dasar pijakan dalam menghadapi tantangan bangsa.
“Mari kita wujudkan pribadi yang berkarakter, menjaga persatuan, dan membangun Indonesia berlandaskan Pancasila,” tandasnya. (Kn/*)



