Tuhu Bangun: “Hormati Karyawan Lini Lapangan!”

0
94

KINNI.ID, BANDAR LAMPUNG – PTPN I Regional 7 memanfaatkan momentum peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia dengan memberikan penghargaan kepada pekerja lini lapangan berprestasi. Acara yang berlangsung di Gedung Serba Guna Kolaboratif, Kompleks Perumahan PTPN I Regional 7, Bandar Lampung, Ahad (17/8/2025), berjalan khidmat sekaligus meriah.

Tiga penyadap karet dinobatkan sebagai juara, yakni Supriyadi Atib dan Edi Irawan dari Kebun Way Lima, Lampung, serta Yatin dari Kebun Way Berulu, Lampung. Untuk kategori pemetik teh, gelar terbaik diraih Rukmawati dari Kebun Pagar Alam, Sumatera Selatan. Adapun juara kategori on farm (tanaman) adalah Kebun Padang Pelawi. Di kategori pabrik karet, Pabrik Pematang Kiwah keluar sebagai pemenang untuk jenis SIR-20, sementara Pabrik Kedaton untuk jenis RSS.

Setelah seluruh juara menerima hadiah, Region Head PTPN I Regional 7, Tuhu Bangun, naik ke panggung. Namun, sebelum menyerahkan penghargaan, ia meminta mikrofon dan menyampaikan pesan yang menyentuh.

“Mohon perhatian kita semua. Di hadapan kita ini adalah para pejuang produksi. Mereka setiap hari sejak subuh sudah ke kebun dalam gelap dan nyamuk yang ganas. Mereka nyadap karet, menunggu getah setetes demi setetes, mengumpulkan, lalu dijadikan bahan baku untuk dijual. Hari ini mereka pakai baju bagus, pakai sepatu, tetapi sehari-hari mereka pakai baju compang-camping dengan sepeda motor yang sudah protol sana protol sini. Saya ingatkan, baju bagus yang kita pakai saat ini adalah hasil jerih payah mereka,” ujar Tuhu dengan suara bergetar.

Ia menegaskan pentingnya sikap hormat terhadap pekerja lapangan.

“Jangan pernah melihat seseorang dari penampilannya. Saudara-saudara kita inilah yang setiap hari membayar kita, membiayai hidup kita, mengumpulkan sedikit demi sedikit dari produksi sehingga terkumpul banyak. Dari satu helai dua helai daun teh, lalu diolah oleh saudara-saudara kita di pabrik sehingga bisa menjadi produk yang laku dijual. Juga bisa kita nikmati sebagai minuman segar. Kita harus berterima kasih kepada mereka,” ucapnya.

BACA JUGA :   Pjs Walikota Batam Apresiasi Musda VII KKSS

Tuhu menambahkan, prestasi hanya dapat diraih melalui niat baik, kesungguhan, dan konsistensi.

“Untuk menjadi juara itu butuh niat baik alias attitude yang kuat, berusaha dengan penuh kesungguhan, dan menjalankan dengan konsisten. Dalam perjalanannya, kita akan menemukan cara terbaik sehingga bisa memperoleh hasil terbaik. Itu berlaku umum pada semua bidang dan semua pekerjaan. Jadi, ketika kita sudah bekerja selama 20 tahun, 25 tahun, bahkan 35 tahun, pasti sudah menemukan cara terbaik untuk melakukan yang terbaik. Kini saatnya kita bergerak dan bangkit,” katanya.

Sementara itu, Supriyadi Atib, penyadap terbaik I, mengaku bersyukur atas pencapaiannya. Ia menekankan, apa yang ia lakukan bukan semata mengejar gelar juara, melainkan untuk meningkatkan produksi dan pendapatan.

“Sebenarnya saya ya kerja kerja saja. Yang penting dapat hasil banyak dan ancak (kebun bagian sadapnya) tidak rusak. Makanya kerjanya harus sesuai SOP, sesuai aturan supaya nyadapnya juga enak. Kalau sudah bagus dan teratur, gawangannya bersih, kerjanya juga enak dan lebih cepat. Tapi kalau rusak, kerjanya susah dan dapatnya juga sedikit,” ucapnya.

Menanggapi pesan Tuhu Bangun, ia mengaku terharu.

“Terus terang, tadi pas Pak Dir bilang begitu, saya merasa gimana, gitu. Nggak enak, sebenarnya. Terharu. Jadi, saya ucapkan terima kasih. Semoga ke depannya lebih baik lagi,” kata Supriyadi yang ditemani rekannya, Edi Irawan.

Para peraih penghargaan terbaik mendapatkan piagam serta hadiah uang tunai. (*)

Facebook Comments