3 Warga Meninggal Dunia

0
212
Banjir Kota Bandar Lampung
KINNI.ID, BANDAR LAMPUNG – Hujan deras sejak Jumat (21/2/2025) malam hingga Sabtu (22/2/2025) dini hari memicu banjir yang merendam 2.181 rumah dan menewaskan tiga orang.

KINNI.ID, BANDAR LAMPUNG – Hujan deras sejak Jumat (21/2/2025) malam hingga Sabtu (22/2/2025) dini hari memicu banjir yang merendam 2.181 rumah dan menewaskan tiga orang.
Banjir merendam tiga wilayah, yakni Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten Pesawaran.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari menyampaikan bahwa korban meninggal terdiri dari Sutiyem, warga Campang Raya, yang hanyut setelah mobilnya terseret banjir, serta pasangan suami-istri Haryadi Prabowo dan Rosmaini di Tanjungkarang Barat yang tertimpa longsor saat berada di dalam rumah.
“Data sementara menunjukkan 2.181 rumah terdampak di tiga kabupaten/kota. Di Bandar Lampung, banjir melanda 9 kecamatan, Lampung Selatan 4 kecamatan, dan Pesawaran 3 kecamatan,” jelas Yuni pada Sabtu (22/2/2025).
Tim SAR gabungan, termasuk Basarnas dan kepolisian, masih melakukan evakuasi warga yang terjebak di lokasi banjir.

“Di beberapa titik, air mencapai atap rumah. Tim terus berjaga dan melakukan penyelamatan,” tambah Yuni.
Sementara itu, Pasangan suami istri (pasutri) tewas tertimpa longsor dan satu warga hanyut terseret banjir di Bandar Lampung akibat hujan deras yang melanda kota setempat pada Jumat (21/2/2025) malam.
Pasutri meninggal dunia setelah tertimpa longsor di Gang Kelinci, RT 06, Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Barat.
Sementara itu, seorang warga lainnya hanyut terseret banjir di Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Sukabumi.

*Pasutri Tewas Tertimpa Longsor*
Pasutri yang menjadi korban longsor tersebut adalah Hariadi (36) dan Rosmaini (30). Keduanya tewas setelah tertimpa tembok rumah mereka akibat tanah di belakang rumah ambrol.
Tetangga korban, Widarto (60), menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba.
“Saat hujan turun deras, tanah di belakang rumah korban langsung ambrol. Enggak ada suara apa-apa sebelumnya. Tiba-tiba ada suara kencang, pas kami keluar rumah di belakang itu sudah tertimpa longsor,” ujar Widarto, Sabtu (22/2/2025) pagi.
Warga setempat langsung menghubungi perangkat RT dan tim SAR untuk melakukan evakuasi. “Langsung dievakuasi sama tim SAR. Dua orang meninggal dunia,” kata Widarto.
Anggota Polresta Bandar Lampung telah memasang garis polisi (police line) di bagian depan dan belakang rumah korban. Mereka juga membongkar kanopi yang terancam roboh karena hanya ditahan oleh batang besi kecil.

Serangan Digital pada Perusahaan Media Siber Merupakan Bentuk Kekerasan terhadap Pers

*Warga Hanyut Terseret Banjir*
Di lokasi lain, seorang warga bernama Sutiyen (33) tewas setelah hanyut terseret banjir di Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Sukabumi.
Kapolsek Sukarame, Kompol Rohmawan, menjelaskan bahwa korban hanyut setelah mobilnya terseret air dan masuk ke dalam drainase di Jalan Tirtayasa, Kampung Kedaung.
“Benar tadi malam ada satu orang warga hanyut terbawa banjir. Korban hanyut setelah mobil terseret air dan masuk ke dalam drainase,” kata Rohmawan, Sabtu (22/2/2025).
Berdasarkan kesaksian warga, mobil tersebut berisi dua orang wanita. Sebelum terseret, korban sempat berteriak meminta tolong.
“Saksi melihat satu orang perempuan di dalam mobil melambaikan tangan keluar dari pintu kaca sebelah kiri sambil berkata ‘tolong, tolong’,” ungkap Rohmawan.
Warga yang melihat kejadian tersebut berusaha menolong dan berhasil mengeluarkan seorang perempuan dari kursi pengemudi.
Namun, wanita yang melambaikan tangan tidak ditemukan dan diduga telah terbawa arus air. Setelah dilakukan pencarian, tubuh Sutiyen akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
“Selanjutnya dilakukan pencarian oleh warga dan petugas hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” jelas Rohmawan.
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk proses penguburan oleh pihak keluarga. Mobil korban juga telah dievakuasi menggunakan alat berat.
Hujan deras yang turun semalaman di Bandar Lampung tidak hanya menyebabkan longsor dan banjir, tetapi juga membuat hampir seluruh wilayah kota terendam banjir.
Diperkirakan ratusan rumah terdampak dan warga harus mengungsi. Pihak berwenang terus memantau situasi dan melakukan evakuasi serta penanganan darurat untuk meminimalisir korban dan kerugian material. (KN/*)

Facebook Comments
BACA JUGA :   Akademisi Unila Ingatkan Pemprov Lampung Soal Belanja Pegawai