Cak Imin Harap PKB Institute Jadi Jalan Tol Kaum Muda yang Ingin Cepat Maju

0
258

Kinni.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar membuka pendidikan Pemimpin Muda Profesional (Pimpro) Batch kedua yang digawangi oleh PKB Institute di kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh 9 Jakarta Pusat, Rabu (1/3/2023).

Pria yang akrab disapa Cak Imin ini mengaku bangga dapat bergabung dan berdiskusi dengan puluhan peserta Pendidikan Pimpro yang seluruhnya merupakan kaum muda dengan rentan usia 25-35 tahun.

“Ini kebahagiaan tersendiri bagi saya selaku Ketua Umum, pimpinan PKB nasional melihat motivasi, kemauan dan semangat kita semua untuk bersama-sama belajar dan berpraktik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Cak Imin dalam sambutannya.

Menurut Cak Imin, PKB dan juga Indonesia secara umum memiliki banyak resources kaum muda. Bahkan mayoritas di antara penduduk Indonesia saat ini adalah kaum produktif yang biasa disebut dengan bonus demografi.

Ia menyatakan, bonus demografi merupakan anugerah besar bagi PKB dan juga Indonesia. Karena itu, melalui PKB Institute ia berharap potensi besar itu dapat dimaksimalkan agar cita-cita besar Indonesia Emas pada 2045 mendatang betul-betul terwujud.

“Saya berharap PKB institute ini menjadi lembaga yang memberikan jalan tol kepada kaum muda yang ingin maju cepat, kepada kaum muda yang ingin berkiprah cepat. Kalau PKB Institute itu disebut mekalar kemajuan nggak ada masalah, yang penting memajukan anak muda yang ingin berkiprah melalui pembelajaran dan praktik di seluruh lini kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Cak Imin.

Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra ini menambahkan, percepatan pembelajaran kaum muda mutlak menjadi kebutuhan dan syarat untuk terwujudnya kepemimpinan yang tangguh. Jika pembelajaran itu tidak digalakkan dan difasilitasi sejak dini, Cak Imin pesimis cita-cita besar Indonesia Emas dapat terwujud.

BACA JUGA :   98 Persen Pejabat ASN Sudah Laporkan LHKPN

“Saya sendiri usia 32 tahun sudah menjadi Wakil Ketua DPR RI, karena apa? Karena sebelumnya di usia 30 saya sudah dipaksa oleh Gus Dur untuk menjadi Sekjen PKB yang pertama. Saya merasakan betul ketika usia 30, 32, 40 sampai sekarang itu usia muda begitu berbeda rasanya, energinya, cara tangkapnya, efektifitasnya berbeda,” tukas Cak Imin.

Sementara itu, Direktur PKB Institute Chusnuniah Chalim memaparkan Pendidikan Pimpro Batch kedua kali ini diikuti oleh 78 peserta dari sleuruh Indonesia. Menurutnya program itu akan terus dilakukan oleh PKB Institute sebab kaderisasi begitu penting bagi masa depan organisasi.

“Hari ini ada 78 peserta, insyaallah kita akan rutin lakukan karena dalam organisasi itu kaderisasi itu sangat sangat menjadi hal yang penting, apalagi bicara partai politik yang Pemilu ke depan ini generasi penerusnya semakin berubah.

Menurut Nunik, hari ini Indonesia berada di bonus demografi di mana usia produktif lebih besar melebihi 50 persen, atau lebih tepatnya 58 persen dari total penduduk Indonesia. Bukan tidak mungkin nanti pemilih di usia produktif itu akan menentukan siapa pemenang Pemilu,

“Termasuk juga di usia-usia selanjutnya selain millenial, ada gen X, ada gen Y, ada Gen Z yang juga rupa-rupa seleranya, berada di frekuensi masing-masing. Maka partai harus hadir di semua frekuensi, dan hari ini kita terus menerus melakukan dan menyambungkan frekuensi termasuk gen X, gen Y dan gen Z,” tukas Wakil Geburnur Lampung ini.

Pendidikan Pimpro ini menghadirkan sejumlah narasumber kenamaan, baik dari internal PKB maupun eksternal. Mereka antara lain Bupati Bandung Dadang Supriatna, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh, hingga Mantan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. (*)

Facebook Comments