Wagub Jihan Dorong Kader PMII Jadi Pemimpin Berintegritas dan Adaptif

0
7

KINNI.ID, BANDAR LAMPUNG – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengajak kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tidak berhenti menjadi aktivis organisasi, tetapi terus mempersiapkan diri untuk mengisi berbagai posisi strategis di masa depan.

Menurut Jihan, kader PMII harus memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, serta kapasitas untuk menjawab tantangan perkembangan zaman.

“Kami membutuhkan kader-kader PMII yang nantinya menjadi birokrat, dokter, kepala daerah, anggota legislatif, maupun pemimpin di berbagai bidang dengan tetap membawa nilai-nilai perjuangan PMII. Jangan berpuas diri hanya menjadi aktivis organisasi, tetapi teruslah mempersiapkan diri hingga mampu mengisi posisi-posisi strategis,” ucap Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat membuka Pelatihan Kader Lanjut (PKL) PC PMII Kota Bandar Lampung di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (01/07/2026).

Pelatihan yang diselenggarakan Pengurus Cabang PMII Kota Bandar Lampung itu merupakan jenjang kaderisasi tingkat lanjut yang diikuti kader dari berbagai daerah. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pengurus Besar (PB) PMII, pengurus PMII Provinsi Lampung, senior PMII, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan organisasi kemahasiswaan.

Dalam kesempatan itu, Jihan mengatakan, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), telah mengubah berbagai aspek kehidupan sehingga pola pikir dan cara kerja juga perlu bertransformasi.

Karena itu, proses kaderisasi tidak cukup hanya mengandalkan metode konvensional. Organisasi kemahasiswaan perlu memperkuat kapasitas kader agar mampu beradaptasi sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Jihan menilai tema PKL, Beyond Ordinary Cadres, relevan dengan kondisi saat ini. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kader PMII harus memiliki karakter yang melampaui standar biasa melalui penguatan militansi, intelektualitas, dan semangat perubahan.

BACA JUGA :   Polda Lampung Berhasil Tangkap Pelaku Jual Beli Mobil Bodong

Ia menjelaskan, militansi diperlukan agar kader tetap istiqamah dalam memperjuangkan nilai-nilai kebaikan dan menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat. Sikap tersebut menjadi fondasi untuk menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus mengawal pembangunan daerah.

Selain militansi, Jihan menekankan pentingnya kapasitas intelektual. Di tengah derasnya arus informasi, tantangan terbesar bukan sekadar memperoleh informasi, melainkan mengolahnya menjadi pengetahuan, hasil riset, dan rekomendasi kebijakan yang bermanfaat.

“Kita harus mampu memanfaatkan informasi menjadi gagasan yang konkret. Dari sanalah lahir rekomendasi dan solusi yang bisa digunakan untuk mengawal jalannya pemerintahan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa semangat revolusioner bukan sekadar menyuarakan perubahan melalui slogan. Menurut Jihan, semangat tersebut harus diwujudkan melalui keberanian melakukan pembaruan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Jihan mengatakan, pemerintah daerah membutuhkan partisipasi aktif generasi muda yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan berpikir kritis. Keterlibatan kader PMII di berbagai sektor diharapkan dapat memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Oleh karena itu, ia meminta peserta PKL memanfaatkan proses kaderisasi sebagai ruang belajar secara sungguh-sungguh. Materi yang disampaikan para narasumber diharapkan menjadi bekal bagi kader dalam menyusun kajian, riset, dan rekomendasi untuk mendukung pembangunan daerah.

Ketua Majelis Pembina Daerah PMII Lampung Fajrun Najah Ahmad turut mengingatkan kader muda agar terus mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin bangsa. Menurutnya, kaderisasi harus menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa kader PMII harus tetap kritis dalam menyampaikan aspirasi dengan mengedepankan etika dan dialog. Kader juga diharapkan memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah sebagai bagian dari upaya bersama membangun daerah.

Sementara itu, perwakilan Pengurus Besar PMII Dedi Indra Prayoga mengatakan, perubahan global yang dipicu perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, hingga perubahan iklim menuntut organisasi mahasiswa terus memperbarui sistem kaderisasi.

BACA JUGA :   Terobosan Pemda Kaur Gandeng PEPI Di Bidang Pendidikan Pertanian

Menurutnya, kader PMII harus mampu membaca perubahan zaman dan menghasilkan gagasan yang relevan agar organisasi tetap menjadi ruang lahirnya pemimpin masa depan yang berkontribusi nyata bagi bangsa dan daerah.

Ketua PC PMII Kota Bandar Lampung Topik Sanjaya menjelaskan, PKL merupakan tahapan kaderisasi untuk mencetak kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan kemampuan menjawab tantangan pembangunan pada masa mendatang.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemahasiswaan, Pemerintah Provinsi Lampung berharap proses kaderisasi dapat melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan peduli terhadap pembangunan daerah.

Kader muda yang adaptif dan berdaya saing diharapkan menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan Provinsi Lampung dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Kn/*)

Facebook Comments