Kinni.id, BANDAR LAMPUNG – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung menegaskan komitmennya memperkuat peran pesantren sebagai ruang pendidikan yang aman dan ramah bagi santri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Temu Wilayah Pesantren dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di Hotel Aidia, Kota Metro.
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, diskusi, sekaligus penguatan sinergi antara pesantren, akademisi, tenaga profesional, dan aparat penegak hukum untuk mencegah kekerasan seksual di lingkungan pendidikan berbasis pesantren.
Temu Wilayah Pesantren diikuti para kiai, pengasuh pondok pesantren, ustaz, dan santri dari Kabupaten Lampung Timur, Tulang Bawang, Mesuji, serta Kota Metro. Hadir sebagai narasumber antara lain KH Muallim Ridwan, Pengasuh Pondok Pesantren Riyadlatul Ulum Lampung Timur; Dr. Rika Damayanti, M.Kep., Ns., Sp.Kep.J., Wakil Dekan I Fakultas Psikologi UIN Raden Intan Lampung; Iptu Rizky Dwi Cahyo, Kasat Reskrim Polres Metro; serta KH Muhammad Mabrur, Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 09 Lampung Tengah.
Ketua DPW PKB Lampung, Hj. Chusnunia, Ph.D., menegaskan PKB akan terus hadir mendampingi dan memperjuangkan kemajuan pesantren di Provinsi Lampung.
“Pesantren tidak akan berjalan sendirian. PKB siap terus mendampingi, mengayomi, dan menjadi benteng perjuangan bagi kemajuan pesantren di Lampung. Kami juga siap bersinergi dengan para tenaga ahli maupun profesional untuk mewujudkan pesantren yang ramah santri,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Chusnunia juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah pesantren, termasuk kehormatan gelar yang melekat pada tradisi kepesantrenan.
“Kita semua sebagai warga pesantren harus mampu menjaga marwah penyematan gelar kiai, gus, maupun ning. Gelar tersebut tidak boleh disematkan kepada sembarang orang yang tidak jelas asal-usul, keilmuan, maupun integritasnya. Bukan berarti kita anti terhadap siapa pun, tetapi ini sebagai upaya menjaga kehormatan dan nilai-nilai pesantren,” tegasnya.
Sementara itu, Pengurus DPW PKB Lampung yang juga Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Abdul Azis, mengatakan forum tersebut digelar untuk memperkuat pemahaman sekaligus membangun langkah konkret dalam mencegah kekerasan seksual di lingkungan pesantren.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kesadaran bersama agar kasus kekerasan seksual dapat diminimalkan. Harapannya, dengan edukasi dan kolaborasi semua pihak, kasus-kasus seperti ini bisa dicegah sejak dini,” kata Abdul Azis.
Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penyebab terjadinya kekerasan seksual, faktor-faktor yang memengaruhi, strategi pencegahan, mekanisme penanganan korban dari aspek psikologis maupun hukum, hingga proses rehabilitasi.
Melalui kegiatan tersebut, DPW PKB Lampung berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pesantren, aparat penegak hukum, akademisi, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan seksual. (Kn/*)



