KINNI.ID, BATAM – Bermacam cara dilakukan pelaku kejahatan untuk mengedarkan uang palsu (upal). Salah satunya dengan menyasar warung ke warung dan melakukan transaksi belanja agar uang palsu tersebut dapat digunakan tanpa dicurigai.
Salah satu korban adalah pedagang pangkalan gas elpiji 3 kilogram di wilayah Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, Kota Batam. Pedagang berinisial Cp mengaku menerima uang palsu dari pembeli.
Cp menuturkan kepada media ini, Kamis (16/4/2026), bahwa dirinya tidak menyadari uang yang diterima adalah palsu saat transaksi berlangsung. “Kalau ada orang yang beli gas pakai uang Rp50.000, saya tidak perhatikan langsung, saya letakkan ke tempat uang. Saya hanya memberi kembalian ke pembeli,” tuturnya.
Ia baru mengetahui uang tersebut palsu saat hendak menyetor hasil penjualan ke loket transfer. “Tahunya saya itu uang palsu ketika saya pergi ke loket untuk mentransfer uang hasil penjualan. Ketika saya memberikan uang ke loket kisaran Rp2 juta, di loket itu ada mesin penghitung uang. Di situlah saya diberitahu ada uang palsu,” ungkap Cp.
Cp mengimbau masyarakat, khususnya para pedagang, untuk lebih berhati-hati dalam menerima uang dari pembeli. Ia juga berharap aparat segera menangkap pelaku pengedar uang palsu tersebut.
Kasus serupa juga dialami pemilik warung di wilayah Bengkong Nusantara beberapa pekan lalu. Pemilik warung tersebut mengaku menerima uang palsu pecahan Rp50.000 saat melayani pembeli.
“Ini bang uang palsu, saya tidak begitu perhatikan uangnya, langsung saya letak di laci. Ketika saya mau susun uangnya, saya lihat kok agak beda, rupanya uang palsu,” ujar pemilik warung tersebut. (iw)



