KINNI.ID, BANDAR LAMPUNG – Pertumbuhan ekonomi Lampung yang mencapai 5,29 persen secara tahunan menjadi momentum untuk memperkuat hilirisasi dan digitalisasi ekonomi daerah.
Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono mengatakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi perlu terus diikuti dengan peningkatan kualitas pertumbuhan. Hal itu disampaikannya saat membuka Lampung Begawi x SIGER FEST 2026 di Lampung City Mall, Jumat (18/9/2026).
Capaian pertumbuhan tersebut menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatera.

Menurut Thomas, hilirisasi menjadi salah satu agenda prioritas karena dapat menciptakan nilai tambah lebih besar, memperluas kesempatan usaha, serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
Bank Indonesia juga terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penguatan kemitraan usaha, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses pembiayaan.
Penguatan ekonomi tersebut berjalan beriringan dengan digitalisasi sistem pembayaran melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
QRIS menjadi instrumen pembayaran yang inklusif untuk meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, sekaligus memperkuat daya saing UMKM.
Pada triwulan II 2026, jumlah merchant QRIS di Provinsi Lampung telah melampaui 916.000 merchant. Jumlah tersebut meningkat 29,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan nominal transaksi mencapai Rp2,3 triliun.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan posisi Sumatera sebagai salah satu basis produksi pangan dan komoditas unggulan nasional turut menempatkan Lampung pada posisi strategis dalam perekonomian nasional.
“Pulau Sumatra memiliki posisi strategis sekaligus salah satu produksi pangan dan komoditas unggulan nasional,” ujar Mirza.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat Lampung memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Lampung juga memiliki fondasi ekonomi yang kuat serta peluang besar untuk memperkuat rantai nilai industri dan meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan komitmennya untuk mendukung transformasi ekonomi daerah melalui penguatan sektor produktif, peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan industri pengolahan, serta penciptaan iklim usaha yang semakin kondusif.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto mengatakan penguatan ekonomi daerah juga menjadi fokus Lampung Begawi x SIGER FEST 2026. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan produk unggulan daerah, tetapi juga mempertemukan pelaku ekonomi dalam satu ekosistem.
“Penyelenggaraan Lampung Begawi x SIGER FEST 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan produk unggulan daerah, tetapi juga platform penciptaan nilai yang mempertemukan UMKM, komunitas, dunia usaha, agregator, perbankan, dan masyarakat untuk membangun peluang ekonomi yang lebih luas,” kata Bimo.
Pada tahun ini, penguatan komoditas dan produk unggulan daerah difokuskan antara lain pada olahan pisang, kopi, dan wastra. Fokus tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan sektor UMKM lainnya yang memiliki potensi nilai tambah dan daya saing.
Lampung Begawi x SIGER FEST 2026 mengusung tema “Sai Bumi, Sejuta Nilai: Penguatan Hilirisasi dan Digitalisasi untuk Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif dan Berdaya Saing”.
Konsep kegiatan tersebut diwujudkan melalui tiga ruang utama, yakni Lamban Kupi untuk penguatan ekosistem kopi Lampung, Main Stage sebagai ruang kolaborasi untuk diskusi, literasi, dan digitalisasi, serta Lamban Wastra untuk eksplorasi dan inovasi nilai tambah wastra Lampung.
Pengembangan tersebut juga diselaraskan dengan Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu Bank Indonesia, khususnya melalui penguatan program Cangkir Barista dan Citra Nusa.
Penguatan nilai tambah komoditas unggulan juga sejalan dengan struktur ekonomi Lampung yang ditopang sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Melalui Lampung Begawi x SIGER FEST 2026, Bank Indonesia mendorong kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, sektor keuangan, akademisi, dan masyarakat untuk memperkuat rantai nilai ekonomi daerah.
Langkah tersebut diharapkan mendorong UMKM Lampung menjadi semakin produktif, inovatif, serta mampu memperluas pasar dan meningkatkan daya saing secara berkelanjutan. (Kn/*)



