Bengkel Sastra Dibuka Kepala Balai Bahasa, Yozi Rizal Soroti Perhatian Pemprov Lampung

0
19

KINNI.ID, BANDAR LAMPUNG – Anggota DPRD Lampung sekaligus Dewan Pembina Lamban Sastra, Yozi Rizal, menyoroti lemahnya perhatian Pemerintah Provinsi Lampung terhadap perkembangan dunia sastra.

Hal itu disampaikan Yozi saat memberikan sambutan dalam kegiatan Bengkel Sastra 2026 yang digelar Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS di Villa Dangau Kedaung, Kemiling, Bandar Lampung, Selasa (25/8/2026).

Yozi Rizal merupakan Dewan Pembina Lamban Sastra bersama Himawan Ali Imron, Ade Yunarso, dan Muchlas E Bastari.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung Muhammad Muis yang sekaligus membuka secara resmi Bengkel Sastra 2026. Turut hadir Himawan Ali Imron dan Fajrun Najah Ahmad.

“Kita sebagai warga pecinta sastra sangat prihatin dengan lemahnya perhatian Pemprov Lampung selama ini. Padahal potensi dunia sastra sangat besar, khususnya dalam mengembangkan bakat dan minat pelajar dan mahasiswa,” kata Yozi Rizal.

Yozi mengatakan, perhatian terhadap perkembangan sastra tidak cukup hanya disampaikan melalui keprihatinan. Sebagai legislator, ia memastikan akan memperjuangkan perhatian terhadap dunia sastra melalui DPRD Lampung.

Ia menjelaskan, Lamban Sastra merupakan komunitas pegiat sastra yang didirikan sastrawan Isbedy Stiawan ZS, penyair yang mendapat julukan Paus Sastra.

Diikuti 20 Peserta

Bengkel Sastra 2026 yang mendapat dukungan bantuan pemerintah melalui Badan Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional RI itu diikuti 20 peserta dari kalangan pelajar SMA, mahasiswa, dan pegiat sastra se-Lampung.

Puluhan peserta tersebut terpilih melalui proses kurasi dari 39 orang yang mengirimkan karya.

Ketua Pelaksana Bengkel Sastra, Fitri Angraini Rofar, mengatakan kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni penyair dari Jakarta Nanang R Supriyatin, Ari Pahala Hutabarat, Isbedy Stiawan ZS dari Lampung, serta akademisi Universitas Lampung, Yinda Dwi Gustiara.

BACA JUGA :   Gubernur Arinal Buka Rapat Koordinasi Badan Pendapatan Daerah bersama Perangkat Daerah Pengelola Pendapatan Provinsi Lampung

Fitri mengatakan, 20 peserta tersebut merupakan hasil kurasi Djuhardi Basri, penyair sekaligus dosen UMKO, Nanang R Supriyatin, Yinda Dwi Gustiara, dan Isbedy Stiawan ZS.

“Para kurator hanya membaca karya, sebab nama penulisnya dihapus. Hal ini untuk netralitas dalam menilai,” ujar Fitri.

Hasil Bengkel Sastra 2026 rencananya diterbitkan dalam bentuk buku puisi dwibahasa Indonesia-Lampung.

“Rencanyanya diluncurkan pada 25 atau 26 September 2026 mendatang,” ujar Fitri.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung Muhammad Muis menegaskan, kegiatan seperti Bengkel Sastra penting untuk terus dikembangkan.

“Kita harapkan dari kegiatan ini terjadi regenerasi sastrawan khususnya penyair di Lampung,” katanya.

“Lampung harus ada penerus pak Isbedy, Ari Pahala, Nanang, dan penyair senior lain di daerah ini,” kata Muis.

Dalam pembukaan tersebut, Balai Bahasa Lampung turut diwakili Erwin Wibowo dan Hasnawati. Hadir pula perwakilan Komunitas Berkat Yakin, Alexander GB dan Yulizar Lubay.

Selain itu, hadir guru pembimbing dari SMAN 10 Bandar Lampung, SMAN 1 Gunung Agung, Tulangbawang Barat, SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro, dan SMAN 2 Bandar Lampung. (Kn/*)

Facebook Comments