203 Titik Panas Terdeteksi, Karang Taruna Minta Warga Waspada Karhutla

0
59

KINNI.ID, BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 203 titik panas atau hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah Provinsi Lampung. Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan data BMKG per 24 Agustus 2026, Kabupaten Mesuji mencatat jumlah titik panas terbanyak, yakni 57 titik. Selanjutnya Way Kanan 36 titik, Tulang Bawang 27 titik, Lampung Tengah 19 titik, dan Lampung Utara 16 titik.

Kemudian, Tulang Bawang Barat tercatat memiliki 15 titik panas, Lampung Selatan 14 titik, Pesisir Barat 6 titik, serta Lampung Timur dan Pesawaran masing-masing 5 titik.

Sementara itu, Kota Bandar Lampung, Lampung Barat, dan Tanggamus masing-masing terdeteksi satu titik panas.

Menanggapi kondisi tersebut, Pengurus Karang Taruna Lampung Deni Ribowo meminta insan Karang Taruna desa dan kelurahan di Provinsi Lampung meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla.

Deni juga mengajak pengurus Karang Taruna di desa, kampung, dan pekon terlibat aktif dalam upaya pencegahan kebakaran.

“Mengajak insan Karang Taruna di desa untuk turut serta dalam melakukan pemadaman titik api bersama masyarakat bila ada kebakaran,” kata Deni, Senin (24/8/2026).

Ia juga meminta perusahaan perkebunan memperkuat patroli di wilayah masing-masing untuk mendeteksi dan mencegah munculnya titik api.

“Lakukan patroli untuk mencegah adanya titik api. Kita maksimalkan upaya preventif agar tidak ada lagi karhutla,” lanjut Deni yang juga Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung ini.

Deni berharap seluruh elemen meningkatkan kesiapsiagaan karena kebakaran dapat terjadi di berbagai wilayah.

“Kita harus melakukan langkah pencegahan sejak dini agar kebakaran tidak meluas ke wilayah lain,” pungkasnya.

Di Provinsi Lampung, karhutla juga terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dalam beberapa hari terakhir.

BACA JUGA :   Dana BOS untuk Foto, Bukan Mutu Pendidikan?

Sebelumnya, kebakaran di area rawa gambut seluas 673,4 hektare berhasil dipadamkan pada Sabtu malam (22/8/2026). Namun, titik api baru kembali terpantau di Desa Braja Luhur, Kecamatan Braja Selebah, sehari setelahnya.

Petugas gabungan hingga kini masih berupaya melakukan pemadaman dan pembasahan lahan. (Kn/*)

Facebook Comments