Kinni.id, Batam – Kepala Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Batam, Kamal, akhirnya mengakui sebanyak 23 siswa mengalami gangguan kesehatan berupa diare dan muntah setelah sebelumnya pihak sekolah bungkam selama sepekan.
Pengakuan itu disampaikan Kamal saat ditemui di ruang kerjanya di MAN IC Batam, Rabu (6/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, ia didampingi Wakil Ketua Komite Sekolah Wendi dan Panit Intelkam Polsek Nongsa, Iptu M Jefri Adil Akbar.
Sebelumnya, pihak sekolah terkesan tertutup terkait insiden tersebut. Media ini telah berulang kali meminta konfirmasi sejak Rabu (29/4/2026) hingga Selasa (5/5/2026), baik dengan mendatangi langsung MAN IC Batam maupun melalui pesan dan panggilan WhatsApp kepada Kamal. Namun, upaya itu tidak mendapat tanggapan.
“Memang ada anak-anak kita yang mengalami gangguan kesehatan. Kita tidak bisa memvonis karena belum mengetahui penyebabnya. Saat itu kami langsung berkoordinasi dengan komite dan melakukan penanganan cepat. Siswa dibawa ke UKS lalu dirujuk ke rumah sakit,” kata Kamal.
Menurut Kamal, pemulangan siswa dari asrama bukan semata-mata karena insiden tersebut. Ia menyebut pemulangan merupakan agenda rutin bulanan, meski kali ini dilakukan sehari lebih awal dari jadwal biasanya.
“Ini langkah preventif atau pencegahan. Bukan itu saja alasannya siswa dipulangkan. Misalnya kalau ada bakteri, mata rantainya bisa diputus. Semua siswa dipulangkan sampai 3 Mei 2026,” ujarnya.
Saat ditanya kemungkinan gangguan kesehatan itu berkaitan dengan makanan katering yang dikelola Komite Sekolah, Kamal enggan memberikan penjelasan lebih jauh.
“Selama ini anak-anak memang mengonsumsi makanan dari katering sejak sekolah berdiri sampai sekarang,” katanya.
Ia menjelaskan, para siswa MAN IC Batam mengonsumsi makanan katering tiga kali sehari. Selain itu, siswa juga mendapatkan makanan bergizi gratis (MBG) pada pagi hari sehingga total siswa makan empat kali dalam sehari.
Sebelumnya, media ini memberitakan sejumlah siswa MAN IC Batam diduga mengalami diare dan muntah setelah mengonsumsi makanan katering yang dikelola koperasi madrasah. Setelah kejadian itu, para siswa dipulangkan ke orang tua masing-masing.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab gangguan kesehatan yang dialami 23 siswa tersebut belum diketahui secara pasti. Pihak sekolah juga belum memberikan penjelasan rinci mengenai sumber yang diduga memicu diare dan muntah para siswa. (Kn/*)



