Pemprov Lampung Dorong Penguatan Pariwisata, Kunjungan Tembus 27 Juta Wisatawan

0
28

Kinni.id, Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong peningkatan sektor pariwisata menyusul tingginya angka kunjungan wisatawan sepanjang 2025 yang mencapai puluhan juta orang.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Lampung pada Januari–November 2025 mencapai 24.702.664 orang. Sementara hingga akhir Desember 2025, total kunjungan diperkirakan menembus 27 juta orang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Tony Ferdiansyah, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai upaya strategis guna meningkatkan daya tarik wisata di daerah.
Menurutnya, Lampung memiliki potensi wisata yang sangat besar, namun perlu didukung dengan pengelolaan yang optimal.
“Potensi wisata di Lampung sangat banyak. Ini harus terus kita tingkatkan, baik dari sisi destinasi, sumber daya manusia, maupun pemasarannya,” ujar Tony.

Dari sisi destinasi, Tony menekankan pentingnya manajemen pengelolaan yang baik, termasuk pemeliharaan sarana dan prasarana serta aspek lingkungan.
Selain itu, faktor keselamatan juga menjadi perhatian utama. Ia mengakui masih ada kekhawatiran masyarakat untuk berkunjung ke destinasi wisata akibat persoalan keamanan dan infrastruktur.
“Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas. Termasuk akses infrastruktur menuju destinasi wisata yang harus terus ditingkatkan,” katanya.

Di sektor sumber daya manusia (SDM), Pemprov Lampung berupaya meningkatkan kapasitas pengelola wisata melalui pendidikan dan pelatihan, termasuk penguatan pemahaman manajemen pariwisata.
“Lampung punya potensi alam, tapi SDM juga harus mumpuni agar pengelolaan wisata bisa maksimal,” tegasnya.

Sementara dari sisi pemasaran, Tony menilai promosi menjadi pekerjaan rumah yang tak kalah penting. Di era digital, strategi promosi akan difokuskan melalui media sosial dengan melibatkan influencer dan brand ambassador untuk memperkenalkan potensi wisata Lampung secara lebih luas.

Tak hanya itu, konsep pengembangan desa wisata juga akan diperkuat dengan pendekatan berbasis pengalaman (experience). Pengunjung diharapkan tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga merasakan suasana desa secara menyeluruh, mulai dari kebersihan, budaya, hingga kuliner dan kriya lokal.
“Wisatawan harus mendapatkan pengalaman yang utuh, bukan hanya melihat tempat wisata, tapi juga merasakan kehidupan desa,” jelasnya.

BACA JUGA :   Pangdam II/SWJ: “PTPN VII Pilar Stabilitas Nasional”

Saat ini, tercatat sebanyak 133 desa di Provinsi Lampung telah terdaftar dalam Jejaring Desa Wisata (Jadesta). Namun, pemerintah akan melakukan verifikasi lebih lanjut sebelum menentukan desa yang akan dikembangkan secara prioritas, termasuk melihat keaktifan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Tony juga menyinggung rencana integrasi konsep desaku maju, desa wisata, dan desa budaya. Menurutnya, penggabungan ketiga konsep tersebut akan menciptakan desa yang memiliki daya tarik komprehensif.
“Kalau potensi wisata, infrastruktur, dan nilai budaya bisa digabungkan, maka akan terbentuk desa wisata yang lengkap dan memberikan pengalaman luar biasa bagi wisatawan,” pungkasnya.

Dalam penguatan sektor ini, aspek keselamatan wisata tirta juga menjadi perhatian, termasuk melalui peran Balawista di kawasan sungai, air terjun, dan laut. (Kn/*)

Facebook Comments