Wamendagri Wiyagus: Pastikan Anggaran Eliminasi TBC Berkelanjutan

0
161

Kinni.id, Bandar Lampung – Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, melakukan kunjungan kerja strategis bersama Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benyamin Paulus Octavianus, untuk mempercepat eliminasi tuberkulosis (TBC) yang berkelanjutan di Kota Bandar Lampung pada Selasa (14/4/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen besar pemerintah pusat dalam menuntaskan masalah kesehatan tersebut secara nasional.

“Presiden telah memberikan atensi khusus dengan menetapkan target penyelesaian masalah TBC dalam kurun waktu tiga tahun ke depan,” ujar Wiyagus.

Pemerintah Kota Bandar Lampung, lanjut dia, menunjukkan keseriusan dengan memasukkan penanggulangan TBC ke dalam Rencana Aksi Daerah (RAD).

“Integrasi ini memastikan sistem penganggaran tersedia secara terbuka dan berkelanjutan guna mendukung operasional di lapangan,” kata dia.

Strategi ini juga mengandalkan ribuan kader kesehatan sebagai ujung tombak yang bergerak langsung di tengah masyarakat.

“Kesehatan merupakan urusan pemerintah yang bersifat wajib dan tuberkulosis telah menjadi salah satu prioritas yang dimasukkan ke dalam Rencana Aksi Daerah,” tegas Akhmad Wiyagus.

Ia optimistis bahwa pemberdayaan kader yang maksimal akan mempercepat penanganan kasus di tingkat akar rumput.

Pemerintah kini mengubah pola penanganan dengan lebih proaktif mendatangi sasaran, bukan sekadar menunggu pasien di fasilitas kesehatan.

Berdasarkan estimasi 4.000 temuan kasus TBC di Bandar Lampung, terdapat sekitar 20.000 orang sasaran yang harus segera dideteksi secara dini.

Langkah ini memerlukan transparansi data dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari akademisi, jurnalis, hingga personel TNI dan Polri.

Pelaksanaan tugas kesehatan ini berpijak pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Kerja sama tim yang solid diharapkan mampu mereplikasi keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 dalam konteks eliminasi TBC.

“Pemerintah menekankan pentingnya transparansi data dan kolaborasi semua pihak, belajar dari pengalaman pandemi Covid-19,” tegas Wiyagus.

BACA JUGA :   Pemprov Lampung Akan Gelar Shalat Jum'at Berjamaah di Kota Baru

Penanggulangan TBC tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pada perbaikan kualitas hunian dan sanitasi masyarakat.

Kelurahan memegang peran vital melalui pembentukan “Kelurahan Siaga TB” untuk melakukan intervensi langsung terhadap kondisi pemukiman yang lembab.

Sektor swasta dan pengusaha turut dilibatkan dalam menyediakan perumahan yang layak dengan ventilasi udara yang cukup.

Wiyagus pun menekankan pentingnya edukasi teknis kepada warga mengenai pola hidup sehat.

“Masyarakat perlu diberikan edukasi teknis, seperti pentingnya sinar matahari dan ventilasi udara untuk membunuh kuman,” jelasnya terkait faktor risiko penularan.

Lingkungan yang sehat menjadi kunci utama untuk menjaga produktivitas masyarakat menuju Indonesia 2045.

Kementerian Dalam Negeri meminta seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat Camat hingga Lurah untuk mengoperasionalkan komitmen ini menjadi kinerja nyata.

“Pesan utama yang harus sampai ke masyarakat adalah bahwa TBC bisa diobati dan bukanlah sebuah aib. Hal ini penting untuk mendorong warga agar tidak ragu melakukan pemeriksaan sejak dini,” pungkas Wiyagus. (Kn/*)

Facebook Comments