Kinni.id, Bandar Lampung – PLN UP3 Tanjung Karang memperkuat komitmen penerapan tata kelola perusahaan yang bersih dan berintegritas melalui kegiatan Awareness Proses Bisnis dan Collective Action Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) bersama 30 penyedia barang dan jasa. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh mitra memahami standar proses bisnis, budaya integritas, serta keselamatan kerja yang menjadi acuan dalam setiap proyek ketenagalistrikan.
Mengusung tema “United by Energy, Driven by Excellence”, acara ini menegaskan pentingnya sinergi PLN dan mitra dalam membangun lingkungan kerja yang transparan, profesional, dan bebas praktik penyuapan. Pada kesempatan tersebut, seluruh peserta menandatangani komitmen SMAP dan komitmen keselamatan kerja “7 Tumit Kaka”, yakni tujuh komitmen keselamatan kerja yang menjadi pedoman PLN dalam mewujudkan lingkungan kerja tanpa kecelakaan.
Manager PLN UP3 Tanjung Karang, Presly Silaen, menyampaikan bahwa penyamaan persepsi dengan para mitra menjadi kunci agar setiap pekerjaan memenuhi standar mutu.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami prosedur, standar integritas, dan komitmen keselamatan yang menjadi budaya PLN. Keselarasan ini penting agar seluruh pekerjaan berjalan profesional, berintegritas, dan tepat sasaran,” ujar Presly.
Dalam penerapannya, SMAP menjadi pedoman bagi PLN untuk menciptakan proses bisnis bebas suap melalui prinsip 4 No’s, yaitu:
No Bribery (tidak menerima/menawarkan suap),
No Gift (menolak gratifikasi yang tidak sesuai ketentuan),
No Kickback (tidak menerima atau memberi komisi),
No Luxurious Hospitality (menolak jamuan atau fasilitas berlebihan).
Selain integritas, PLN juga menegaskan pentingnya penerapan budaya keselamatan kerja. Melalui “7 Tumit Kaka” atau Tujuh Komitmen Keselamatan Kerja, PLN memastikan setiap pekerjaan dilakukan oleh SDM kompeten, mematuhi izin kerja, dilengkapi analisis risiko Job Safety Analysis (JSA), mematuhi SOP dan instruksi kerja, menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, memastikan kelaikan peralatan, serta menjalankan checklist pengamanan dan komunikasi sebelum bekerja.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah penguatan kolaborasi antara PLN dan mitra. PLN berharap sinergi yang semakin solid dapat mendukung penyelesaian pembangunan kelistrikan yang tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya, sehingga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (Kn/*)



