Azzam Siswa SDN 01 Gunung Sakti Juara 1 FTBI Lampung, Lolos ke Tingkat Nasional

0
861

Kinni.id, Tulang Bawang – Kabar membanggakan datang dari SDN 01 Gunung Sakti. Salah satu siswanya, M. Azzam Raffasya Halim, berhasil meraih Juara 1 Umum dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) kategori Membaca Puisi Tradisi jenjang SD tingkat Provinsi Lampung. Prestasi itu mengantarkan Azzam mewakili Provinsi Lampung ke tingkat nasional.

Capaian gemilang ini menjadi bukti kerja keras, dedikasi, dan semangat juang tinggi yang dimiliki Azzam. Dalam penampilannya, ia berhasil memukau dewan juri dengan pembacaan puisi tradisi yang lantang, penuh penghayatan, dan sarat makna budaya. Kepekaannya dalam menjiwai setiap bait puisi mencerminkan kecintaannya terhadap bahasa daerah serta warisan sastra tradisional.

Kepala SDN 01 Gunung Sakti, Mardalena, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas prestasi luar biasa tersebut.
“Kami semua sangat bangga atas prestasi Azzam. Keberhasilannya bukan hanya kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga untuk keluarga dan masyarakat Gunung Sakti. Semoga di tingkat nasional nanti, Azzam dapat terus berjuang dengan sepenuh hati dan mengharumkan nama sekolah, khususnya Kabupaten Tulang Bawang serta Provinsi Lampung,” ujar Mardalena dengan haru.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang M. Ami Iswandi Ismed Balaw, S.Kom., M.M., guru pembimbing Selvina Sari, M.Pd.Gr., serta orang tua Azzam, Deswan dan Susi Yanti Sahid, atas dukungan, doa, dan fasilitasi luar biasa dalam penyelenggaraan FTBI hingga tingkat provinsi.

Berkat dukungan tersebut, siswa-siswi berpotensi seperti Azzam mendapatkan kesempatan untuk berkembang, berprestasi, dan mencintai bahasa daerah dengan lebih mendalam.

Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh siswa SDN 01 Gunung Sakti untuk terus mencintai bahasa, budaya, dan sastra daerah sebagai bagian dari jati diri bangsa. (Kn/*)

Facebook Comments
BACA JUGA :   Pj. Gubernur Lampung Tegaskan Netralitas ASN Jelang Pilkada