PTPN I Regional 2 Jadikan Rengganis Suspension Bridge Laboratorium Nyata Vokasi dan Eduwisata

0
260

KINNI.ID, BANDUNG – Wahana wisata Rengganis Suspension Bridge (RSB) di kawasan Kebun Teh Rancabali, Bandung, memiliki karakteristik khusus dibanding destinasi wisata lainnya. Kompleksitas pengelolaannya menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), terutama jurusan pariwisata, untuk menimba pengalaman langsung di lapangan.

Tak heran, hampir setiap pekan berbagai SMK dari Jawa Barat bahkan luar provinsi mengajukan proposal untuk melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) di fasilitas wisata milik PTPN I Regional 2, yang dikelola bersama PT Prakarsa Mulia.

Kompleksitas wahana ini meliputi berbagai aspek, bukan hanya pengujian kemampuan fisik, tetapi juga mental terkait fobia ketinggian. Sejak pengunjung mengantre di loket pembelian tiket, dilakukan pemeriksaan fisik dan psikis, penjelasan keamanan, penggunaan perlengkapan wajib, penanganan situasi darurat, hingga terapi pemulihan pasca penyeberangan.

Pemantauan pada Ahad (19/10/2025) menunjukkan, sejak pagi jembatan gantung sepanjang 370 meter di ketinggian 75 meter itu telah ramai pengunjung. Antrean mengular dari loket tiket, area persiapan, hingga mulut lorong jembatan. Beberapa calon pengunjung terlihat gugup dan melontarkan kalimat reaktif terhadap situasi. Wajar, karena panorama dari ketinggian cukup memacu adrenalin, terutama bagi yang memiliki kecenderungan takut ketinggian.

Beragam ekspresi dan seruan terdengar ketika mereka melangkah ke jembatan yang bergoyang lembut itu. Ada yang berteriak, “Waooowwww… amazing, ngeri… atuuut!” Namun, sebagian lainnya tetap melangkah mantap menikmati pengalaman menegangkan itu.

Ratusan wisatawan terlihat antusias. Mereka terlayani dengan baik oleh kru dan petugas yang bekerja sesuai posisinya masing-masing. Dari ratusan petugas tersebut, sebanyak 29 orang merupakan siswa PKL dari SMK Negeri Pandeglang, Banten.

Para siswa ditempatkan berdasarkan pelatihan singkat dan bimbingan dari manajemen, lalu didampingi petugas berpengalaman. Karena itu, tak heran bila Rengganis Suspension Bridge dijuluki “laboratorium vokasi” bagi siswa SMK.

BACA JUGA :   Asih Fatwanita : Antusias Masyarakat Untuk Vaksinasi Sudah Baik Namun Jangan Lalai Terapkan Prokes

Salah satu peserta PKL, Siti Choirunnisa (16), mengaku sangat senang bisa belajar langsung di lapangan. Ditemui saat bertugas menyuguhkan teh hangat kepada pengunjung yang baru menyeberangi jembatan, siswi yang akrab disapa Oiy itu tampak bersemangat.

“Alhamdulillah saya bisa menimba ilmu dan pengalaman di sini. Kalau di sekolah kan kami hanya dapat teori-teorinya saja, nah di sini kami dibimbing dan diuji untuk menerapkan ilmu yang kami dapat. Alhamdulillah senang dan bisa mengikuti. Saya berharap bisa bekerja di sini nanti kalau sudah lulus,” kata Oiy optimistis.

General Manager Rengganis Suspension Bridge, Hendrik Afialwan, mengatakan wahana yang dibuka sejak 2022 itu terus menerima banyak proposal dari sekolah yang ingin mengadakan PKL. Namun, pihaknya tidak dapat menampung semua secara bersamaan karena keterbatasan kapasitas.

“Banyak sekali yang minta kami untuk bisa menerima PKL, tetapi kan kapasitasnya tidak banyak. Sebenarnya bisa saja kami terima banyak, tetapi risikonya mereka belajar tidak maksimal. Maka, kami beri kesempatan dengan cara bergilir. Tetapi hampir setiap hari ada yang PKL. Sebab, mereka memang butuh tempat untuk menjajal dan mengimplementasikan teori yang didapat di sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan program ini selaras dengan visi dan misi perusahaan yang tidak hanya berfokus pada sektor agroindustri, tetapi juga pada pengembangan potensi agrowisata yang berdampak sosial dan ekonomi.

“PTPN I tidak hanya berfokus pada agroindustri, tetapi juga pada pengembangan potensi agrowisata yang berdampak sosial-ekonomi. Program PKL di Rengganis ini adalah investasi kami untuk masa depan Indonesia. Dengan memfasilitasi praktik langsung, kami memastikan siswa SMK mendapatkan kompetensi yang relevan dan mampu bersaing secara global setelah lulus,” ujar Teddy.

BACA JUGA :   Bersama Masyarakat Susunan Baru, Aprilliati Sosialisasi Perda Nomor 2 Tahun 2021

Senada, Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menilai Rengganis Suspension Bridge memiliki peran strategis sebagai wadah pendidikan vokasi. Dengan beragam aspek operasional yang berjalan simultan, destinasi ini menjadi ruang belajar yang ideal.

“Rengganis Suspension Bridge yang berada di area aset PTPN I Regional 2 kini berfungsi ganda sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus living laboratory bagi siswa-siswi SMK. Ini adalah cara konkret BUMN mengintegrasikan fungsi bisnis dengan tanggung jawab sosial untuk mencetak tenaga kerja terampil, siap kerja, dan berintegritas,” kata Aris.

PTPN I Regional 2 bersama PT Prakarsa Mulia berkomitmen terus memperluas kemitraan dengan lembaga pendidikan, menjadikan kawasan agrowisata PTPN sebagai pusat pelatihan kerja berbasis industri. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas yang sejalan dengan kebutuhan dunia kerja dan visi pembangunan nasional. (Kn/*)

Facebook Comments