Fatikhatul: Santri Harus Jadi Garda Depan Kemajuan Bangsa

0
221

KINNI.ID, BANDAR LAMPUNG – Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, menegaskan bahwa Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025 bukan sekadar seremoni rutin, melainkan penanda historis dan moral atas kontribusi santri yang tak pernah absen dalam perjalanan bangsa — sejak perang kemerdekaan hingga menjaga marwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“Santri itu simbol keikhlasan, keteguhan moral, dan kecintaan pada tanah air. Dari masa kolonial sampai hari ini, santri selalu ada di garis depan,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Rabu (22/10) malam.

Ia menyoroti tantangan zaman yang kian kompleks, mulai dari disrupsi digital, krisis etika publik, fragmentasi sosial, hingga ancaman intoleransi. Dalam arus itu, kata Fatikhatul, santri dituntut hadir sebagai penegak akal sehat publik dan penjaga moderasi beragama.

“Santri bukan lagi label ruang dan bangunan pesantren semata, melainkan setiap insan yang membawa spirit ilmu, keikhlasan, dan nasionalisme,” ujarnya.

Menurut Fatikhatul, momentum Hari Santri tahun ini harus dibayar serius oleh negara. Pemerintah daerah, katanya, perlu memberi ruang lebih besar bagi pesantren untuk berkembang menjadi pusat pemberdayaan ekonomi, inovasi sosial, hingga literasi digital umat — bukan hanya diundang setiap upacara.

“Cinta tanah air adalah bagian dari iman. Santri hari ini harus siap jadi garda depan kemajuan bangsa, tanpa kehilangan akhlak dan keikhlasan yang melekat pada jati diri mereka,” tegasnya.

“Selamat Hari Santri 22 Oktober 2025. Jadilah santri yang mandiri, berdaya, dan mendunia,” tutupnya. (Kn/*)

Facebook Comments
BACA JUGA :   Natasha Kiara Puteri Remaja Lampung 2022 Siap Go Nasional