KINNI.ID, BANDAR LAMPUNG – Mandiri Utama Finance (MUF), anak usaha Bank Mandiri, untuk pertama kalinya menggelar pameran otomotif bertajuk MUF Auto Fest 2025 di Mal Boemi Kedaton, Lampung, Kamis (24/9/2025) hingga Minggu (28/9).
Pameran ini menargetkan pembiayaan sebesar Rp80 miliar.
SEVP Marketing Used Vehicle & Business Relationship Mandiri Utama Finance, Nugroho Budy Prasetyo, mengatakan Lampung dipilih karena potensinya sebagai pasar otomotif yang terus bertumbuh.
“Lampung memiliki potensi besar. Target kami selama pameran lima hari ini adalah Rp80 miliar,” ujar Nugroho, Kamis (24/9).
Menurut Nugroho, MUF Auto Fest menjadi wujud komitmen perusahaan memperluas jangkauan layanan pembiayaan yang mudah diakses seluruh lapisan masyarakat, baik secara konvensional maupun syariah.
“Kami ingin memberikan akses pembiayaan yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga mudah. Ini adalah bagian dari komitmen MUF mendorong inklusi keuangan yang berkelanjutan, sekaligus memberikan pengalaman pembiayaan yang aman dan nyaman,” katanya.
Pameran ini merupakan hasil sinergi MUF dengan Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Melalui kolaborasi ini, nasabah dapat memilih skema pembiayaan sesuai kebutuhan.
Untuk mencapai target Rp80 miliar, MUF menawarkan bunga rendah serta biaya administrasi Rp1. Selain itu, pengunjung juga mendapat berbagai keuntungan tambahan, seperti e-voucher belanja hingga Rp1 juta, asuransi tanggung jawab hukum pihak ketiga senilai Rp10 juta selama satu tahun, serta garansi mesin, transmisi, dan AC kendaraan.
MUF Auto Fest 2025 Lampung menghadirkan berbagai merek otomotif ternama. Untuk kategori mobil, tersedia Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi, Suzuki, Hyundai, Wuling, hingga mobil listrik seperti BYD, Jetour, dan AION.
Sementara di segmen roda dua, hadir merek-merek populer seperti Honda, Kawasaki, dan Vespa.
Nugroho menambahkan, minat masyarakat terhadap mobil listrik di luar Jakarta mulai meningkat signifikan. Ia memperkirakan ke depan porsi pembiayaan mobil listrik bisa mencapai 30 persen dari total pembiayaan otomotif.
“Dulu penjualan mobil listrik 70 persen di Jakarta, tapi sekarang kota-kota seperti Lampung, Medan, dan Makassar sudah menunjukkan minat yang naik. Pilihan kami serahkan ke konsumen, mau konvensional atau listrik, kami fasilitasi pembiayaannya,” pungkasnya. (Kn/*)



