DPRD Soroti Mahalnya Pupuk Subsidi di Tubaba

0
86

KINNI.ID, TULANG BAWANG BARAT – Distribusi pupuk subsidi kembali dikeluhkan petani. Kali ini, keluhan datang dari para petani di Tiyuh Jaya Murni, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Putra Jaya Umar, menyampaikan keluhan para petani terkait harga dan kelangkaan pupuk bersubsidi. Menurutnya, petani kesulitan mendapatkan pupuk luka meski harga tebusnya sudah melambung tinggi.

“Harga tebus satu kwintal pupuk, terdiri dari 50 kg Urea dan 50 kg Phonska, dipatok Rp360 ribu oleh kelompok tani. Itu pun barangnya tidak ada. Saya kaget,” ungkap Putra Jaya, Senin (21/7).

Ia menilai harga tersebut tidak wajar. “Seharusnya, harga tebus Phonska dan Urea itu 100 kg cuma Rp225 ribu (masing-masing 50 kg Urea seharga Rp112.500 dan 50 kg Phonska seharga Rp112.500), tapi di poktan diminta Rp360 ribu,” tambahnya.

Lebih parah lagi, kata dia, petani yang mencoba mencari pupuk hingga ke Mesuji harus menebus harga Rp400 ribu per kwintal. Kondisi ini dinilainya sangat memberatkan petani kecil.

Untuk itu, Putra Jaya mendesak Dinas Pertanian Tubaba dan Mesuji turun langsung memeriksa kondisi riil di lapangan. “Saya juga meminta aparat penegak hukum yakni kepolisian untuk sidak melakukan penyelidikan ke kecamatan tersebut,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap distribusi pupuk bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu. (Kn/*)

Facebook Comments
BACA JUGA :   Dialog Kebangsaan Meriahkan Festival Kebangsaan Universitas Lampung