RSUDAM Genjot Layanan Unggulan Kesehatan

0
176

KINNI.ID, BANDAR LAMPUNG – Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) terus bertransformasi menuju layanan kesehatan yang unggul dan berdaya saing. Di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur dr. Imam Ghozali, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Lampung ini mengusung sembilan program prioritas yang sejalan dengan arah kebijakan nasional Kementerian Kesehatan.

Menurut Imam, standar kualitas rumah sakit saat ini tidak lagi hanya diukur dari kemegahan gedung atau kecanggihan alat, melainkan dari kompetensi sumber daya manusianya.
“Kami ingin menegaskan bahwa pelayanan berbasis kompetensi adalah kunci utama. Sembilan program prioritas yang kami jalankan merupakan langkah konkret dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan saat ini,” ujarnya, Rabu (9/7/2025).

Imam menjelaskan, program-program unggulan tersebut mencakup layanan spesialistik, seperti penanganan jantung, stroke, dan paru. Salah satu capaian yang membanggakan, kata dia, RSUDAM kini telah mampu melakukan pemasangan ring jantung, meski masih dalam tahap pendampingan.

“Target kami berikutnya adalah operasi jantung terbuka dapat dilakukan secara mandiri, sehingga pasien tidak perlu lagi dirujuk ke Jakarta atau daerah lain,” katanya.
Ia menambahkan, RSUDAM terus mendorong peningkatan mutu layanan dan memperkuat branding agar masyarakat Lampung semakin percaya terhadap kualitas pelayanan kesehatan di daerah sendiri.

“Ini bukan mimpi. Kami ingin masyarakat tahu bahwa pelayanan terbaik kini tersedia di provinsinya sendiri,” imbuhnya.

Lebih dari sekadar layanan medis, Imam juga membawa pendekatan budaya lokal dalam pengelolaan rumah sakit. Ia mengusung filosofi “Puakhi”, yang dalam budaya Lampung berarti menyambut tamu dengan penuh hormat dan keramahan.
“Saya ingin pasien merasa seperti keluarga sendiri. Mulai dari penyambutan, sapaan, hingga layanan medis harus mencerminkan penghargaan terhadap sesama. Inilah nilai lebih RSUDAM yang membedakan dari rumah sakit lain,” ujarnya.

BACA JUGA :   Dirjen Bina Pemdes Lakukan Penandatanganan Naskah Kerjasama Dengan Fakultas Hukum Unila

Untuk mewujudkan transformasi secara menyeluruh, Imam juga meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah, khususnya dalam hal pengadaan infrastruktur dan alat kesehatan. Ia berharap kebutuhan vital rumah sakit dapat menjadi prioritas dalam pembahasan APBD Perubahan mendatang.

“Kalau kita ingin RSUDAM menjadi rumah sakit kebanggaan dan rujukan utama di Sumatera bagian selatan, maka investasi kesehatan harus dilakukan secara serius dan terarah,” tegasnya.

Dengan menggabungkan kompetensi tinggi dan pendekatan humanis berbasis budaya lokal, RSUDAM bertekad menjadi rumah sakit rujukan sekaligus institusi yang dekat di hati masyarakat.
“Kami tidak sekadar ingin menjadi yang terbaik secara teknis, tetapi juga menjadi rumah sakit yang dicintai karena menghadirkan kehangatan, kepercayaan, dan harapan,” pungkasnya. (Kn/*)

Facebook Comments