Krisis Air Melanda Sejumlah Wilayah Batam

0
164

KINNI.ID, BATAM – Krisis air bersih berdampak terhadap aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Kota Batam. Salah satunya terjadi di Bengkong Jaya, yang menurut warga sudah hampir dua bulan mengalami gangguan pasokan air.

Air merupakan kebutuhan utama masyarakat. Ketika pasokan terhenti, berbagai aktivitas warga ikut terganggu, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga aktivitas sekolah.

Seorang warga Bengkong Jaya, Jono (nama samaran), mengeluhkan kondisi tersebut. Ia mengatakan, sejak pengelolaan air beralih ke Air Batam Hilir (ABH), persoalan pasokan air di wilayahnya semakin parah.

“Keluh kesah warga jono nama samaran, terkait air semenjak Air Batam Hilir (ABH) air tak selesai sudah parah kita di Batam ini. Tempat saya di Bengkong Jaya sampai sekarang sudah dua bulan mana ada ngalir air di rumah.”

Menurut dia, warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut dinilai membebani masyarakat karena harga air yang harus dibeli cukup mahal.

“Saya beli terus air satu tengkinya, Rp.350.000, bayangkan mana sanggup kalau beli terus. Ini dah habis air mau beli lagi air sudah gawat kita ini, kalau dulu air jamannya Adhya tirtha Batam (ATB) lancar kalau pun mati air sebentar, tidak seperti ini,” ujarnya kepada awak media KINNI.ID di salah satu kedai kopi di wilayah Pasar Bengkong.

Keluhan serupa disampaikan warga Bengkong Nusantara. Salah seorang warga mengatakan, pasokan air di wilayah tersebut sudah delapan hari tidak mengalir.

“Iya sudah 8 hari tak mengalir airnya penampunggan sudah pada kosong semuanya,” ujarnya.

Gangguan pasokan air juga berdampak terhadap aktivitas sekolah. Seorang warga berinisial S mengatakan, anaknya tidak dapat berangkat sekolah karena tidak tersedia air untuk mencuci pakaian seragam maupun mandi.

BACA JUGA :   Bunda Literasi Lampung Dorong Perpustakaan Jadi Ruang Rekreasi Edukasi Keluarga

“S” mengaku sudah menunggu pasokan air hingga malam bersama suaminya. Namun, air tidak kunjung mengalir.

Akibat kondisi tersebut, anaknya tidak dapat berangkat sekolah pada Senin (21/9/2026).

Keluhan warga terkait gangguan pasokan air juga disampaikan melalui grup perangkat RT. Warga mengeluhkan air yang tak kunjung mengalir ke rumah mereka. (KN/Iw)

Facebook Comments