KINNI.ID, KALIANDA – Puluhan jurnalis dari berbagai media di Lampung mengikuti kegiatan Capacity Building Mitra Media yang diselenggarakan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Lampung di Kalianda pada 8–11 Juli 2026.
Kegiatan tersebut bertujuan memperdalam pemahaman jurnalis mengenai isu-isu ekonomi sekaligus mengasah kemampuan menyajikannya dalam bentuk berita yang mudah dipahami masyarakat tanpa kehilangan akurasi.
Deputy General Manager KPw Bank Indonesia Provinsi Lampung, Ahmad Subarkah, mengatakan istilah-istilah ekonomi kerap terdengar rumit bagi masyarakat. Karena itu, dibutuhkan peran jurnalis yang mampu menerjemahkan data, angka, dan kebijakan menjadi informasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Media merupakan mitra strategis Bank Indonesia dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kapasitas para jurnalis agar mampu mengemas isu-isu ekonomi menjadi pemberitaan yang mudah dipahami tanpa mengurangi substansi kebijakan,” katanya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta tidak hanya menerima materi mengenai perkembangan ekonomi nasional dan daerah, tetapi juga mengikuti diskusi interaktif serta berbagi pengalaman terkait teknik penulisan berita ekonomi yang lebih komunikatif dan edukatif.
Menurut Subarkah, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya BI Lampung untuk memperkuat literasi ekonomi masyarakat melalui pemberitaan yang berkualitas.
“Dengan kolaborasi yang semakin erat antara Bank Indonesia dan media, berbagai kebijakan ekonomi diharapkan dapat dipahami publik secara utuh sehingga mampu memperkuat kepercayaan masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi daerah,” tandasnya.
Salah seorang peserta, Ramona dari Harian Pilar, mengapresiasi penyelenggaraan Capacity Building Mitra Media oleh Bank Indonesia Provinsi Lampung. Menurut dia, kegiatan tersebut memberikan tambahan wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan jurnalis dalam mengemas isu-isu ekonomi menjadi berita yang mudah dipahami pembaca.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas jurnalis, khususnya dalam penulisan berita ekonomi. Materi yang diberikan membantu kami memahami isu ekonomi secara lebih mendalam sehingga dapat menyajikannya kepada masyarakat dengan bahasa yang sederhana, namun tetap akurat,” ujarnya. (Kn)



