Orang Tua Siswa Keluhkan Kebijakan Tunggakan Iuran di MTsN 1 Batam

0
51

KINNI.ID, BATAM – Kebijakan terkait tunggakan iuran rutin bulanan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Batam menuai keluhan dari sejumlah orang tua siswa. Keluhan tersebut muncul setelah adanya permintaan penandatanganan surat pernyataan kesanggupan membayar tunggakan bagi siswa yang belum melunasi kewajibannya.

Salah seorang orang tua siswa kelas IX mengaku memiliki tunggakan iuran rutin bulanan sebesar Rp5,6 juta. Tunggakan tersebut berasal dari iuran yang ditetapkan sebesar Rp200 ribu per bulan.

Menurut pengakuan orang tua siswa, pihak sekolah melalui komite meminta wali murid menandatangani surat pernyataan yang telah disiapkan. Surat tersebut berisi kesanggupan untuk menyelesaikan tunggakan yang masih berjalan.

Orang tua siswa tersebut mengaku sempat menemui kepala sekolah untuk meminta kebijakan agar tidak diwajibkan membuat surat pernyataan. Namun, menurutnya, urusan terkait iuran sekolah diserahkan kepada komite.

Memasuki masa kelulusan, persoalan tersebut kembali mencuat. Pada Senin (8/6/2026), saat pembagian rapor dan Surat Keterangan Lulus (SKL), orang tua siswa mengaku memperoleh informasi bahwa dokumen tersebut belum dapat diberikan apabila tunggakan iuran belum diselesaikan.

Untuk memperoleh kejelasan, orang tua siswa kemudian berkomunikasi dengan Ketua Komite sekolah. Dalam keterangannya, Ketua Komite menyampaikan bahwa kewajiban pembayaran tetap harus dipenuhi.

“Iya pak harus paham juga tak mungkin kalau tidak bayar sama sekali,” ujar Ketua Komite saat dihubungi.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi melalui telepon, kepala sekolah meminta agar persoalan tersebut dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Ketua Komite.

“Coba tanya sama ketua komite,” ujarnya.

Tidak lama kemudian, kepala sekolah kembali menghubungi orang tua siswa dan mengarahkan agar berkoordinasi dengan pihak kesiswaan.

“Jumpa sama Pak Yu**s ya, bilang aja saya,” kata kepala sekolah.

BACA JUGA :   Promo Ramadhan PLN Beri Diskon Tambahan Daya Hingga 5.500 VA Hanya 200 Ribu

Saat ditemui, pihak kesiswaan menjelaskan bahwa sekolah memiliki kebijakan bagi siswa yang masih memiliki tunggakan untuk membuat surat pernyataan kesanggupan membayar secara bertahap.

“Iya pak, biasanya di sekolahan ini kebijakannya bapak harus buat surat pernyataan bahwa menyanggupi untuk membayar dicicil,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan yang diterima, orang tua siswa akhirnya kembali membuat surat pernyataan sesuai format yang disediakan sekolah. Adapun total tagihan yang tercatat hingga Juni 2026 disebut mencapai Rp6,8 juta.

Hingga berita ini diturunkan, pihak MTsN 1 Batam belum memberikan penjelasan resmi terkait mekanisme penahanan rapor dan Surat Keterangan Lulus (SKL) bagi siswa yang masih memiliki tunggakan iuran. (Kn)

Facebook Comments