30 Tahun Kudatuli, DPD PDI Perjuangan Lampung Serukan Jaga Demokrasi

0
37

KINNI.ID, BANDAR LAMPUNG – Tiga dekade setelah Peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung Winarti mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda dan mahasiswa, untuk terus menjaga demokrasi yang lahir dari perjuangan panjang reformasi.

Pesan itu disampaikan Winarti saat membuka Sarasehan dan Malam Renungan Peringatan 30 Tahun Kudatuli yang digelar DPD PDI Perjuangan Lampung, Minggu (26/7/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi, pejuang reformasi, kader partai, hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Lampung.

Dalam sambutannya, Winarti menyampaikan salam dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ia menegaskan, kehadiran mahasiswa dalam forum tersebut menjadi bukti bahwa PDI Perjuangan terus membuka ruang dialog dan kebebasan berpikir sebagai fondasi demokrasi.

“Forum ini membuktikan bahwa PDI Perjuangan ingin demokrasi di Lampung tetap hidup, tetap terjaga, dan terus menjadi ruang bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasi,” ujar Winarti.

Menurut Winarti, peringatan Kudatuli bukan sekadar mengenang tragedi politik, tetapi juga menjadi pengingat bahwa demokrasi lahir dari pengorbanan banyak pihak.

Karena itu, rangkaian kegiatan tahun ini tidak hanya diisi sarasehan dan malam renungan, tetapi juga aksi sosial berupa donor darah, pelayanan kesehatan gratis, olahraga bersama, hingga santunan bagi anak-anak panti asuhan.

Winarti menyebut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai simbol perjuangan demokrasi yang tetap berdiri bersama rakyat di tengah tekanan politik saat itu. Ia menilai semangat tersebut harus diwariskan kepada generasi muda agar nilai-nilai reformasi tidak luntur oleh zaman.

Sebagai bagian dari pelaku sejarah, Winarti turut mengenang pengalamannya ketika menjadi aktivis mahasiswa pada masa gerakan reformasi 1998. Ia mengaku merasakan langsung tekanan yang dihadapi para aktivis. Namun, pengalaman itu justru memperkuat keyakinannya bahwa perubahan hanya lahir dari keberanian memperjuangkan kebenaran.

BACA JUGA :   Wagub Jihan Ajak Mahasiswa Polinela Jadi Pelopor Empat Pilar Kebangsaan

“Perjuangan belum selesai. Seperti pesan Bung Karno, revolusi belum selesai. Tugas kita hari ini adalah menjaga demokrasi tetap hidup demi Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tragedi Kudatuli meninggalkan luka mendalam bagi bangsa. Banyak korban yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Karena itu, menurut Winarti, sejarah harus terus diingat agar praktik-praktik yang mencederai demokrasi tidak pernah terulang.

Winarti memastikan PDI Perjuangan akan terus memberikan ruang kepada mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan kritik, gagasan, maupun aspirasi yang membangun. Ia juga meminta seluruh kader partai, khususnya yang duduk di legislatif, selalu hadir dan berdialog dengan masyarakat ketika menyampaikan aspirasi.

“Mahasiswa jangan pernah takut bersuara. PDI Perjuangan akan terus menjadi rumah bagi demokrasi dan membuka ruang bagi setiap aspirasi yang bertujuan membangun bangsa,” katanya.

Winarti menutup sambutannya dengan mengajak seluruh kader dan masyarakat menjaga kemurnian demokrasi di Provinsi Lampung dari berbagai kepentingan yang dapat merusak cita-cita reformasi.

“Semangat reformasi harus terus dijaga. Demokrasi di Lampung harus tetap utuh, bersih, dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Mukhlis Basri, Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran, Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Lampung Palgunadi, Bendahara DPD Kostiana, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Lampung Budhi Condrowati, Ni Ketut Dewi Nadi, Andy Roby, serta jajaran pengurus harian DPD dan DPC PDI Perjuangan se-Daerah Pemilihan Lampung I. (Kn/*)

Facebook Comments