ITERA Raih Akreditasi Institusi “Baik Sekali” di Penghujung 2025

0
199

KINNI.ID, BANDAR LAMPUNG — Institut Teknologi Sumatera (ITERA) resmi menyandang status akreditasi institusi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) di penghujung tahun 2025.

Rektor ITERA Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha mengatakan, capaian tersebut merefleksikan kemajuan nyata yang diraih ITERA sepanjang 2025, baik dalam tata kelola institusi, mutu akademik, maupun produktivitas riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Akreditasi Baik Sekali ini adalah bukti bahwa ITERA terus bertumbuh secara sistematis. Tidak hanya mengejar pengakuan administratif, tetapi juga kualitas dan relevansi,” ujar Prof. Nyoman dalam Taklimat Media, Rabu (17/12/2025).

Nyoman menyebutkan, status akreditasi institusi tersebut berlaku sejak 7 Oktober 2025 hingga 2030. Sejalan dengan itu, peningkatan kualitas juga terlihat pada tingkat program studi.

Menurut dia, capaian ini menandai fase penting transformasi ITERA dari kampus rintisan menjadi perguruan tinggi teknologi yang semakin matang, kompetitif, dan berdaya saing nasional.

“Hingga akhir 2025, lima prodi ITERA berhasil meraih akreditasi ‘Unggul’, yakni Teknik Mesin, Teknik Geofisika, Kimia, Sains Aktuaria, serta Sains Atmosfer dan Keplanetan,” ungkapnya.

Selain itu, sebanyak 15 program studi di ITERA telah terakreditasi “Baik Sekali”, sementara 22 program studi lainnya berstatus “Baik”. Nyoman menilai capaian tersebut menunjukkan kurikulum dan metode pembelajaran ITERA semakin adaptif terhadap kebutuhan industri serta pembangunan regional Sumatera.

Dengan total 23.841 mahasiswa, ITERA kini didukung oleh 778 dosen dan 318 tenaga kependidikan. Penguatan sumber daya manusia tersebut turut menopang pengembangan pendidikan pascasarjana.

“Saat ini, ITERA memiliki 643 mahasiswa magister (S-2) dan 135 mahasiswa doktoral (S-3),” bebernya.

Lebih lanjut, Prof. Nyoman menegaskan arah kebijakan riset ITERA ke depan akan difokuskan pada hilirisasi dan pemanfaatan nyata hasil penelitian.

BACA JUGA :   Lodewijk F Paulus Jadi Pembicara Dalam General Debate

“Riset di ITERA tidak boleh berhenti di jurnal. Kita dorong agar sains dan teknologi menjadi solusi konkret bagi persoalan pembangunan di Pulau Sumatera,” tegasnya. (Kn/*)

Facebook Comments