PTPN I Pukau TEI 2025: Produk Hilir Laris Manis ke Puluhan Buyer Global

0
289

KINNI.ID, JAKARTA — Berada satu kaveling dengan gerai PTPN Group, stan PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) menjadi salah satu yang paling semarak di pameran dagang terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, 15–19 Oktober 2025.

Pengunjung, yang didominasi peserta dari berbagai negara, terlihat antusias berinteraksi dengan penjaga stan. Wajar, sebab gerai yang menampilkan produk induk usaha dan anak perusahaan itu menghadirkan beragam produk hulu dan hilir — mulai dari lempeng karet mentah (rubber sheet) hingga cerutu dan camilan ringan.

Indri (27), salah satu penjaga stan, mengaku sibuk melayani tamu yang datang silih berganti. Dengan bahasa Inggris yang fasih, ia menjelaskan setiap detail produk kepada calon pembeli.

“Memang beda dengan kalau kita menunggu booth pameran biasa, ya. Soalnya, di TEI ini yang datang itu buyer untuk berkelanjutan. Jadi, tidak seperti jualan biasa yang beli untuk dipakai sendiri. Kita harus punya product knowledge yang dipamerkan. Wajar mereka tanya sampai detail, bahkan asal-usul dan sejarahnya. Seperti produk cerutu ini, mereka tanya dari A sampai Z,” kata Indri di sela melayani pengunjung, Jumat (17/10/2025).

Pada pameran yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan RI itu, PTPN I bersama beberapa anak usahanya menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari bahan baku industri seperti karet dengan beragam jenis dan grade, produk pangan seperti teh, kopi, dan kakao, hingga tanaman semusim dan cerutu yang termasuk kategori barang konsumsi eksklusif.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, mengatakan bahwa pihaknya memandang pameran dagang ini sangat penting diikuti. Selain berorientasi pada pasar internasional, ajang tersebut menjadi jembatan strategis untuk memperluas pasar produk hilir PTPN I.

BACA JUGA :   PLN UID Lampung Siap Hadirkan Listrik Andal Tanpa Kedip Peringatan HUT RI ke-79 Pertama di Kotabaru

“Kami aktif ikut pameran ini karena potensi pasarnya internasional. Melalui pameran ini kami menjaring buyer dari mancanegara. Kemarin kami baru menandatangani 16 MoU dengan buyer di event ini. Ini belum selesai, masih terbuka kesempatan mendapat buyer baru sampai sebelum penutupan,” kata Teddy.

Teddy menegaskan, keseriusan PTPN I membidik pasar global didasari kualitas produknya yang berstandar tinggi dan beberapa di antaranya tergolong barang eksklusif. Ia mencontohkan, karet PTPN I sangat diminati industri dunia karena kualitasnya yang belum tergantikan.

“Mengapa kami fokus mengincar pasar ekspor, ya karena barang kami bagus-bagus, bahkan eksklusif. Karet kami termasuk terbaik dan menjadi bahan baku ban terkenal dan industri manufaktur dunia. Demikian juga teh dan kopi, produk kami spec specialty. Yang lebih istimewa adalah cerutu dan tembakau dari Deli maupun dari Jember, ini eksklusif. Dan tentu, harganya lebih menarik,” ujar Teddy.

Dalam pameran ini, PTPN I juga menegaskan komitmennya terhadap program hilirisasi produk perkebunan yang dicanangkan pemerintah. Langkah tersebut tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok produk olahan berkualitas di pasar global.

Teddy menyampaikan optimisme atas respons positif yang diterima. “Partisipasi di TEI 2025 ini menunjukkan bahwa produk-produk hilir berbasis komoditas perkebunan kami sangat kompetitif dan diminati pasar internasional. Produk seperti cerutu, Teh Walini, dan kopi specialty kami berhasil menarik perhatian buyer dari beberapa negara Eropa, Asia, dan Timur Tengah,” katanya.

Cerutu PTPN I, yang dikenal dengan kualitas tembakau terbaik, menjadi salah satu produk yang paling banyak diburu. Selain itu, varian Teh Walini dengan berbagai inovasi rasa serta kopi dari kebun-kebun terbaik PTPN I turut mencatatkan potensi transaksi rata-rata harian mencapai Rp12 juta, kata Yeddy.

BACA JUGA :   Kostiana: DPRD Lampung Kawal APBD 2026 agar Tepat Sasaran

Selama pameran berlangsung, PTPN I berhasil menandatangani 16 memorandum of understanding (MoU) dengan buyer internasional dan nasional, dengan total potensi transaksi mencapai 11 juta dolar AS. Pencapaian ini menjadi bukti keberhasilan strategi bisnis PTPN I yang fokus pada produk bernilai tambah dan berorientasi ekspor.

Teddy menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil upaya menjaga kualitas produk dari hulu hingga hilir, sekaligus adaptasi terhadap kebutuhan pasar global yang semakin menuntut produk berkelanjutan dan berkualitas tinggi. “Kami optimistis, momentum TEI 2025 ini akan menjadi landasan kuat bagi peningkatan volume ekspor PTPN I di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menyoroti peran pameran dalam membuka pasar baru. Berdasarkan catatan kunjungan di buku tamu, potensi kerja sama terbuka luas dan telah dijadwalkan tindak lanjut dengan sejumlah pihak.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Perdagangan RI atas penyelenggaraan TEI 2025 yang sukses. Selain memperkuat hubungan dengan buyer lama, ajang ini secara efektif membuka peluang besar bagi kami untuk menjaring buyer baru yang sebelumnya belum pernah bertransaksi dengan PTPN I. Minat yang tinggi pada produk-produk hilir seperti Teh Walini dan kopi dari buyer baru menunjukkan penerimaan pasar global terhadap inovasi dan kualitas produk kita,” ujar Aris. (Kn/*)

Facebook Comments