Wagub Jihan: Kontrasepsi Landasan Keluarga Sehat dan Sejahtera

0
53

KINNI.ID, METRO – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, pada Puncak Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day) 2025 di Lapangan Mulyojati, Kota Metro, Kamis (25/9/2025).

Peringatan tahun ini mengusung tema “Keluarga Berkualitas untuk Indonesia Emas 2045: Kehamilan Terencana, Keluarga Sejahtera”.

Wagub Jihan mengatakan tema tersebut relevan dengan upaya menyiapkan generasi emas Indonesia, termasuk generasi Lampung yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“Hari Kontrasepsi Sedunia bukan sekadar peringatan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing,” ujar Jihan.

Ia menegaskan kontrasepsi berperan penting dalam menurunkan angka stunting, mencegah kehamilan berisiko tinggi, serta membangun generasi tangguh. Menurutnya, kontrasepsi bukan hanya sebatas menunda kehamilan, tetapi menjadi landasan bagi terciptanya keluarga sehat dan sejahtera.

“Dengan jarak kehamilan yang cukup, orang tua dapat lebih fokus merawat dan menumbuhkan anak dengan baik, yang pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan keluarga,” katanya.

Meski demikian, Jihan mengakui masih ada tantangan, antara lain rendahnya capaian penggunaan metode kontrasepsi modern, tingginya angka unmet need, serta belum optimalnya penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Padahal, lanjut dia, perencanaan keluarga yang baik berdampak besar pada kesehatan ibu dan anak serta menjadi faktor kunci dalam percepatan penurunan stunting.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung siap berkolaborasi dan berkomitmen mendukung program pemerintah pusat, khususnya dalam pengentasan stunting dan penguatan ketahanan keluarga.

“Kami mohon pengawalan, arahan, dan dukungan dari pemerintah pusat agar Lampung dapat terus berkontribusi aktif dalam membangun Indonesia sehat dan menyiapkan generasi emas 2045,” ujarnya.

Jihan juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, tenaga kesehatan, organisasi profesi, hingga masyarakat luas, meningkatkan partisipasi dalam program KB, terutama KB pascapersalinan dan penggunaan MKJP.

BACA JUGA :   PGN Perluas Jargas Lewat Kolaborasi Strategis

“Dengan kehamilan terencana, keluarga dapat memberikan perhatian, kasih sayang, dan dukungan finansial secara optimal kepada anak, sehingga tumbuh kembang anak berjalan baik dan risiko stunting bisa ditekan,” kata Jihan.

Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, menegaskan pentingnya program KB untuk meningkatkan kualitas generasi bangsa. Ia menjelaskan penggunaan kontrasepsi tidak hanya bertujuan mengendalikan jumlah penduduk, tetapi juga mencegah kehamilan berisiko tinggi.

“Melalui program KB, masyarakat dapat menghindari empat kondisi kehamilan berisiko tinggi atau 4T, yaitu Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat (jarak kelahiran rapat), dan Terlalu Banyak (jumlah anak),” ujar Wihaji.

Menurutnya, penggunaan metode kontrasepsi adalah langkah strategis dalam pengaturan kehamilan, pengendalian pertumbuhan penduduk, serta pencegahan stunting.

“Dengan KB, jumlah dan jarak kelahiran bisa direncanakan dan dikendalikan. Ini penting agar anak lahir dalam kondisi terbaik, sehat, dan tidak mengalami stunting,” tambahnya.

Wihaji pun mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, membangun keluarga terencana demi terciptanya keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (Kn/*)

Facebook Comments