KINNI.ID, BANDAR LAMPUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, resmi meluncurkan tiga buku seri Mengenal Indikator yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung. Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong pada acara di Ballroom Hotel Swiss-Bel, Bandar Lampung, Senin (29/9/2025).
Dalam acara tersebut, Marindo membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Ia menekankan pentingnya literasi data sebagai landasan pembangunan daerah yang inklusif, transparan, dan berbasis bukti.
“Buku-buku ini bukan hanya karya ilmiah, melainkan juga karya literasi yang mampu menjembatani data statistik dengan masyarakat luas. Data yang disajikan tidak hanya berupa angka, tetapi juga diperkaya dengan narasi dan analisis yang memberi makna lebih dalam,” ujar Marindo.
Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan data yang tidak sekadar angka mentah. Data harus memberi pemahaman kontekstual agar kebijakan publik dapat disusun lebih tepat sasaran.
Buku pertama, Cerita di Balik Indikator, memperkenalkan proses dan metodologi penyusunan berbagai indikator pembangunan. Buku kedua, Statistik Berkisah, menyajikan data dengan gaya penceritaan agar lebih mudah dipahami masyarakat. Buku ketiga, Potret Kemiskinan di Provinsi Lampung, menampilkan data kemiskinan lengkap dengan kisah nyata warga yang hidup dalam keterbatasan.
“Data kemiskinan bukan sekadar persentase. Di balik angka itu ada kehidupan nyata yang perlu dipahami agar program pengentasan kemiskinan lebih tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” kata Marindo.
Ia menambahkan, keberadaan tiga buku tersebut menunjukkan bahwa data bukan hanya milik pemerintah atau akademisi, melainkan juga hak masyarakat. Literasi data, menurutnya, dapat meningkatkan partisipasi publik dalam pembangunan.
“Dengan literasi data, masyarakat bisa lebih kritis dan sadar bahwa setiap angka statistik adalah cerminan kondisi nyata. Inilah yang kita butuhkan: kesadaran kolektif bahwa pembangunan adalah tanggung jawab bersama,” ucapnya.
Acara ini juga menjadi momentum sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang dinilai penting untuk perencanaan pembangunan ekonomi Lampung. “Sensus ini akan menjadi pijakan untuk menyusun kebijakan pemberdayaan UMKM, mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing daerah,” ujar Marindo.
Kepala BPS Lampung, Ahmadriswan Nasution, menegaskan komitmen lembaganya menyediakan data yang akurat sekaligus mudah dipahami. “Lampung sudah berada di jalur pembangunan yang tepat. Untuk akselerasi pembangunan, data harus menjadi kompas. Statistik harus bermakna agar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Menurut Ahmadriswan, tiga buku tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat literasi data publik. “Setelah literasi diperkuat, pemanfaatan data diharapkan semakin luas sehingga program kebijakan pemerintah provinsi bisa lebih konvergen,” ujarnya.
Dalam sesi sosialisasi SE2026, Statistisi Ahli Madya BPS Lampung, Nila Fridhowati, memaparkan strategi kolaborasi lintas instansi, asosiasi usaha, dan pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran sensus.
Kegiatan juga diisi dengan diskusi publik yang menghadirkan Guru Besar Universitas Lampung Prof. Admi Syarif, Direktur Utama Radar Lampung Group Ardiansyah, Area Manager BSI Lampung Luthvy Indaka, serta Kepala UPTD Pusat Data dan Informasi Pembangunan Daerah Bappeda Lampung Nofirdon Muchtar. Para pembicara menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar data dapat menjadi penggerak pembangunan.
Peluncuran tiga buku statistik ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan di Lampung. Pemerintah optimistis dengan data yang akurat dan mudah dipahami, kebijakan daerah akan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat. (Kn/*)



