Genera-Z Berbakti, Unila Merajut Asa di Teluk Kiluan

0
775

KINNI.ID, JAKARTA – Program Genera-Z Berbakti dari Bakti BCA resmi berakhir. Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis kompetisi ini ditutup dengan penayangan video Gen Z Bergerak: Bakti untuk Indonesia, yang merangkum pengabdian empat tim mahasiswa pemenang di desa wisata binaan Bakti BCA.

Video tersebut menyoroti perjalanan generasi muda dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Duta Bakti BCA Nicholas Saputra serta aktris, produser, sekaligus pengusaha Happy Salma turut tampil dalam video yang dapat disaksikan melalui tautan bca.id/genzberbakti.

Salah satu pemenang adalah tim mahasiswa Universitas Lampung (Unila). Mereka mengabdi selama satu bulan di Desa Wisata Kiluan Negeri, Lampung, melalui program bertajuk Smart Reef Initiative: Optimalisasi IoT untuk Pemetaan Terumbu Karang Buatan sebagai Sistem Peringatan Dini Tsunami di Desa Teluk Kiluan.

Inisiatif itu memanfaatkan teknologi IoT untuk menghadirkan sistem peringatan dini tsunami berbasis terumbu karang buatan yang dipasang di dasar laut. Unila menargetkan solusi atas tantangan ganda yang dihadapi warga Kiluan Negeri, yakni ancaman bencana alam sekaligus pelestarian ekosistem laut. Sebanyak lima unit alat telah terpasang di perairan Teluk Kiluan.

Selain smart reef, tim Unila juga mengimplementasikan program transplantasi terumbu karang, penanaman mangrove, serta eco education mengenai mitigasi bencana kepada masyarakat dan anak-anak di Kiluan Negeri. Hingga akhir masa bakti, mereka berhasil mentransplantasi 150 bibit terumbu karang, menanam 1.000 pohon mangrove, serta menjangkau hampir 80 warga melalui kegiatan eco education.

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menjelaskan program Genera-Z Berbakti awalnya menerima lebih dari 250 proposal dari 98 perguruan tinggi negeri maupun swasta, baik di dalam maupun luar negeri.

“Dari jumlah tersebut, delapan tim finalis terpilih mengikuti fase penjurian di hadapan tiga panelis: Nicholas Saputra, Happy Salma, serta Ilmuwan dan Pencetus Metode GASING Prof Yohanes Surya,” ujar Hera dalam keterangan tertulis, Selasa (9/9/2025).

BACA JUGA :   Presiden Jokowi Bermalam dan Istirahat di Hotel BBC Bandarjaya

Ia melanjutkan, setelah melalui babak penjurian, empat tim pemenang mendapat pendanaan untuk menjalankan program pengabdian sesuai proposal masing-masing. Keempat tim berasal dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Universitas Lampung (Unila), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Keempat tim tersebut selanjutnya mengimplementasikan gagasan di desa tujuan selama kurang lebih satu bulan,” ungkapnya.

Selain Unila di Desa Wisata Kiluan Negeri, tiga tim lainnya menjalankan program di lokasi berikut:

1. Universitas Indonesia di Desa Wisata Edelweiss Wonokitri, Jawa Timur

2. Universitas Sam Ratulangi di Desa Wisata Pulau Derawan, Kalimantan Timur

3. Universitas Gadjah Mada di Desa Wisata Dayun, Riau

“Program Genera-Z merupakan manifestasi komitmen kami untuk mendorong generasi muda berkontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan di Desa Bakti BCA. Hal ini menjadi bentuk nyata implementasi nilai creating shared value bagi Indonesia. Generasi muda, dengan segala aspirasinya, merupakan sumber utama gagasan kreatif dan inovasi,” kata Hera.

“Oleh karena itu, pelibatan mereka dalam program ini menjadi krusial untuk menyiapkan mereka menjadi pelopor perubahan dalam merealisasikan visi masa depan Indonesia,” pungkasnya. (Kn/*)

Facebook Comments