KINNI.ID, BATAM — Aktivitas bongkar muat Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar diduga berlangsung di dermaga tidak resmi di wilayah Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Aktivitas yang diduga berkaitan dengan praktik “kencingan minyak” dari kapal ke mobil transportir industri tersebut disebut menggunakan mobil tangki berkapasitas sekitar 24 kiloliter.
Berdasarkan informasi yang diperoleh KINNI.ID dari warga sekitar, aktivitas bongkar muat BBM jenis solar tersebut terjadi hampir setiap hari. Sejumlah mobil tangki disebut keluar masuk lokasi, bahkan aktivitas terkadang berlangsung hingga larut malam.
“Pergerakan aktivitas tersebut hampir setiap hari. Mobil tangki pengangkut BBM sampai beberapa mobil tangki keluar masuk jenis solar, kadang hingga larut malam masih beraktivitas,” ujar sumber.
Sumber tersebut juga menyebutkan, aktivitas BBM jenis solar itu diduga dikendalikan oleh seorang oknum aparat berinisial RD. Sementara pihak yang menerima BBM tersebut disebut berinisial AG.
Untuk mendalami informasi tersebut, awak media KINNI.ID melakukan penelusuran ke lokasi yang disebutkan sumber di wilayah Sambau.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat mobil transportir industri keluar dari kawasan tersebut. Selain itu, beberapa kapal tampak bersandar di dermaga yang diduga tidak resmi.
Terkait informasi tersebut, awak media kemudian mengonfirmasi Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Setiawan Rosyidi, melalui pesan WhatsApp, Selasa (8/9/2026).
“Terkait informasi tersebut akan kami lakukan pengecekan dan pendalaman terlebih dahulu. Jika memang ditemukan unsur pelanggaran kepabeanan akan kami tindaklanjuti,” ujarnya.
Awak media juga berupaya melakukan konfirmasi di lokasi. Seorang penjaga yang menyebut namanya Palti mengatakan dirinya hanya bertugas sebagai penjaga.
“Saya cuma penjaga aja di sini, tunggu sebentar nanti saya panggil yang bisa memberi jawaban,” ujar penjaga.
Tak lama kemudian, seorang pria yang menyebut namanya Hendi datang menemui awak media.
“Nanti kita sampaikan sama yang bagian ngurus ini, iya bagian yang koordinasi,” katanya.
Hendi kemudian meminta ID card awak media untuk difoto. Padahal, awak media telah mengenakan atribut ID card dan memperkenalkan diri.
“Biar nanti dikonfirmasikan yang bagian ngurus ini, orang-orang pers,” ujar Hendi.
Hendi menjelaskan, lokasi tersebut merupakan tempat untuk memfilter BBM yang disebutnya kotor. BBM tersebut ditampung dari berbagai sumber, baik dari laut maupun darat, kemudian disaring sebelum kembali dipasarkan ke sektor industri.
”Kita di sini tempat pemilteran bahan bakar minyak yang kotor bang, nanti setelah bersih baru kita jual lagi ke industri, mereka bawa minyak kotor kita tampung minyak dari darat, laut kita tidak mau tahu bang dari mana mereka dapat yang penting kita sampai di sini kita filter/saring dulu baru setelah bersih kita jual ke industri,” tuturnya.
Ketika ditanya mengenai nama perusahaan, Hendi mengatakan perusahaan tersebut bernama PT Anugrah Energi Petrolum.
“Nama perusahaan kita PT Anugrah Energi Petrolum, nanti kita akan tempelkan juga nama perusahaan kita di sini bang,” tambahnya.
Sementara ketika ditanya mengenai jumlah minyak yang dikeluarkan setiap hari, Hendi mengatakan volumenya tidak selalu sama.
“Kadang 5 ton kadang 2 ton,” katanya. (Iw/kn)



