Gelper Ditutup, Nagoya Batam Mulai Sepi

0
78

Kinni.id, BATAM – Kota Batam memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Kondisi tersebut menjadikan Batam sebagai salah satu kawasan pertumbuhan ekonomi yang ditopang sektor pariwisata.

Kunjungan wisatawan mancanegara turut menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari kuliner, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga tempat hiburan malam (THM). Batam juga memiliki sejumlah pilihan klub malam yang banyak dikunjungi wisatawan dari negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia.

Namun, belakangan ini masyarakat Kota Batam ramai membicarakan penggerebekan yang dilakukan Bareskrim Polri di sejumlah tempat hiburan malam terkait dugaan peredaran narkoba, termasuk salah satu gelanggang permainan (gelper).

Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke Batam.

Penelusuran Kinni.id di lapangan menemukan adanya wisatawan yang mengaku khawatir kembali berkunjung ke Batam setelah adanya penggerebekan tersebut.

Seorang perempuan yang ditemui saat menikmati sarapan pagi sambil minum kopi susu di salah satu kedai kopi di kawasan Bengkong mengatakan, kawasan Nagoya kini lebih sepi.

“Sekarang sepi di Nagoya itu, saya ada teman perempuan, punya pacar warga Negara luar Singapura berkunjung wisata ke Batam. Rombongan 7 orang. Biasalah wisata di Batam ini, kebetulan dia Happy di hiburan malam 7 orang ini. Untungnya pas ada penggerebekan itu dia sudah pulang ke hotel, itulah nasibnya masih baik. Dia agak takut datang lagi ke Batam ini,” ujarnya.

Terkait kondisi kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam, Kinni.id berupaya mengonfirmasi kepada Kasi Informasi dan Komunikasi Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Kharisma Rukmana, melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (22/8/2026).

Kharisma hanya mengatakan, “Siap bang, saya cek dulu.”

Selain sektor pariwisata, penutupan sejumlah THM dan gelper juga dikhawatirkan berdampak terhadap tenaga kerja. Sejumlah pekerja yang sebelumnya menggantungkan penghasilan dari tempat hiburan tersebut kini kehilangan pekerjaan.

BACA JUGA :   Hanifah Reses, Muslimat NU Pesawaran Minta Pembinaan UMKM dan KWT

Seorang warga kawasan Nagoya mengatakan, penutupan gelper membuat kawasan tersebut menjadi lebih sepi.

“Iya Sekarang Gelper tutup semua jadi sepi Nagoya. Kucar-kacir semua kariawannya, jadi ngangur tidak ada kerja. Biasanya kerja menjadi wasit atau Security, Waitress di Gelanggang Permainan (Gelper). Sekarang banyak menganggur semua,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan S, yang meminta identitasnya tidak disebutkan. Ia mengatakan, sejumlah pekerja yang sebelumnya bekerja di gelper kini kehilangan mata pencaharian.

“Ada seorang janda inisial, (Cg) yang mempunyai anak 5 yang biasanya bekerja di GELPER, sekarang sudah tidak kerja lagi menganggur,” ujarnya.

Dampak penutupan gelper juga dirasakan pelaku usaha kuliner di sekitar kawasan Nagoya. Seorang kasir kedai kopi mengatakan, omzet penjualan menurun sejak sejumlah gelper ditutup.

“Iya pak semenjak Gelangang Permainan (GELPER) tutup, karna kemaren ada pengerebekan dari kepolisian. Jauh merosot penjualan di sini yang biasanya ramai orang makan atau ngopi lumayan ramai. Sekarang bapak lihat aja, sepi jadi nya jauh merosotnya,” ujar kasir tersebut. (Iw/*)

Facebook Comments