Penetrasi Pasar di Lambu Kibang Diserbu Warga, Sembako Ludes Kurang dari Satu Jam

0
29

KINNI.ID, Tubaba — Antusiasme masyarakat terhadap Gerakan Serentak Penetrasi Pasar dalam rangka Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung terlihat sangat tinggi. Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) di Pasar Unit 6, Kecamatan Lambu Kibang, pada Selasa (28/07/2026), diserbu warga hingga seluruh komoditas yang disediakan habis terjual dalam waktu kurang dari satu jam.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Tulang Bawang Barat, Achmad Nazarudin. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok di tengah dinamika perekonomian, sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Dalam sambutannya, Achmad Nazarudin mengatakan bahwa pelaksanaan penetrasi pasar merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, khususnya pada komoditas pangan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi, khususnya pada komoditas bahan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat. Dengan hadir nya Pemerintah untuk memastikan harga kebutuhan tetap terjangkau serta daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Achmad Nazarudin.

Pada pelaksanaan pasar murah tersebut, pemerintah menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar, yakni Minyakita sebanyak 1.800 liter yang dijual seharga Rp15.500 per liter, serta Beras SPHP sebanyak 1 ton atau 200 karung kemasan 5 kilogram dengan harga Rp58.000 per karung.

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan dimulai. Ratusan warga memadati lokasi pasar murah untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar. Akibat tingginya minat masyarakat, seluruh stok komoditas yang disediakan habis terjual dalam waktu kurang dari satu jam.

BACA JUGA :   PTPN I Raih “Genting Collaboration Summit 2025” dari Kemendukbangga

Achmad Nazarudin menilai tingginya animo masyarakat menunjukkan bahwa program penetrasi pasar sangat dibutuhkan, terutama dalam membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Menurutnya, Gerakan Serentak Penetrasi Pasar juga menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap distribusi bahan pokok dapat berjalan lancar, harga tetap terkendali, dan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam mendukung program pengendalian inflasi nasional sekaligus menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan di daerah. (Kn/*)

Facebook Comments