KINNI.ID, BANDAR LAMPUNG – Perum BULOG Kantor Wilayah Lampung terus memperkuat upaya stabilisasi pangan nasional melalui percepatan penyaluran bantuan pangan serta penggelontoran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga beras sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Lampung, Rindo Safutra, mengatakan pemerintah melalui BULOG terus mengoptimalkan berbagai instrumen intervensi pangan guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen. Salah satu langkah strategis yang kini dijalankan ialah percepatan distribusi bantuan pangan dan optimalisasi penyaluran beras SPHP di seluruh wilayah Lampung.
“Hingga awal Juni 2026, BULOG Kanwil Lampung menguasai stok beras sebanyak 306.583 ton yang tersebar di sejumlah gudang BULOG di Provinsi Lampung. Ketersediaan stok yang kuat ini menjadi modal utama dalam mendukung penyaluran bantuan pangan, pelaksanaan program SPHP, serta menjaga stabilitas harga dan pasokan beras bagi masyarakat Lampung,” ujar Rindo Safutra.
Sampai 7 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan telah mencapai 21.655.540 kilogram beras yang diterima oleh 1.082.777 penerima bantuan pangan (PBP) dari total target 1.260.686 PBP di seluruh kabupaten/kota di Lampung.
Selain bantuan beras, BULOG Kanwil Lampung juga merealisasikan penyaluran Minyakita sebanyak 4.180.411 liter untuk mendukung keterjangkauan harga dan ketersediaan minyak goreng bagi masyarakat. Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan tersalurkan hingga akhir Juni 2026.
Percepatan penyaluran bantuan pangan tersebut diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen.
Di sisi lain, BULOG Kanwil Lampung terus mengoptimalkan penyaluran beras melalui program SPHP. Hingga saat ini, sebanyak 5.443.750 kilogram beras SPHP telah disalurkan ke berbagai wilayah di Lampung.
Beras SPHP didistribusikan melalui berbagai saluran resmi, seperti pasar tradisional, Gerakan Pangan Murah (GPM), Rumah Pangan Kita (RPK), kios pangan, serta jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Program tersebut menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga beras.
“Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat,” tambah Rindo Safutra.
Pemerintah menilai kombinasi percepatan penyaluran bantuan pangan dan penggelontoran beras SPHP merupakan langkah efektif untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di pasar. Dengan dukungan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang memadai serta jaringan distribusi yang luas, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan pangan.
BULOG Kanwil Lampung memastikan seluruh Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola berada dalam kondisi aman, berkualitas baik, dan siap digunakan sewaktu-waktu guna mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional maupun penanganan kondisi darurat apabila diperlukan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena ketersediaan pangan, khususnya beras, dalam kondisi sangat mencukupi. BULOG bersama Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga pangan tetap stabil serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” tutup Rindo Safutra. (Kn/*)



