PT Enero, Anak Perusahaan PTPN I: Konsisten Perkuat Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Petani Lokal

0
608

KINNI.ID, MOJOKERTO – Didirikan pada 2013, PT Energi Agro Nusantara (Enero) menghadapi tantangan penting pada 2025, seiring diumumkannya kebijakan pemerintah mengenai pencampuran bahan bakar nabati ke dalam bahan bakar minyak (BBM) yang dikelola melalui PT Pertamina.

Sebagai produsen bioetanol dan anak perusahaan PTPN I, PT Enero menyambut kebijakan tersebut dengan antusias. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah meningkatkan tingkat kemurnian etanol hingga mencapai 99,9 persen.
Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas menegaskan, pengembangan bioetanol di PT Enero merupakan bentuk komitmen PTPN Group dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada aspek swasembada energi dan penguatan ekonomi kerakyatan.

“PTPN I melalui PT Enero berada di garis depan dalam mewujudkan pilar Asta Cita, khususnya dalam mencapai ketahanan dan swasembada energi nasional. Transisi menuju bioetanol bukan sekadar langkah teknis, melainkan ikhtiar kita bersama untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi fosil. Kami memastikan bahwa setiap liter energi hijau yang dihasilkan Enero merupakan kontribusi nyata bagi kedaulatan bangsa dan kesejahteraan para petani tebu di hulu industri ini,” tegas Teddy Yunirman Danas dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (22/1).

Direktur PT Enero Puji Setiyawan menyampaikan, kebijakan pemerintah yang akan mewajibkan kandungan bioetanol 10 persen dalam bensin memiliki visi jangka panjang. Selain mengurangi ketergantungan terhadap BBM fosil, konversi energi ini diproyeksikan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kami manajemen PT Enero sangat antusias Ketika Pemerintah mengumumkan segera melakukan transisi energi melalui kebijakan mewajibkan blending BBM fosil dengan bioetanol. Bagi kami, ini adalah lompatan ke masa depan bangsa yang mandiri energi. Kami terus berbenah di semua lini, terutama pada pemenuhan kualifikasi yang dipersyaratkan. Ini juga masa depan untuk kemaslahatan bagi masyarakat sekitar Perusahaan,” kata Puji Setiyawan.

BACA JUGA :   Kemkominfo Bersama Smartfren dan Lynk Uji Coba Teknologi Satelit untuk Sinyal di Wilayah Terluar Indonesia

Sejak awal berdiri, pabrik bioetanol PT Enero dirancang untuk mengolah molases (tetes tebu) dari Pabrik Gula Gempolkrep, unit kerja PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Subholding PTPN Group. Berlokasi di kawasan yang sama, sekitar 95 persen tenaga kerja PT Enero berasal dari masyarakat sekitar dengan penempatan sesuai kompetensi dan jenjang karier.

SEVP Business Support PT Enero Faisal Fahlevi mengatakan, keterlibatan warga sekitar merupakan bagian penting dalam membangun harmoni operasional perusahaan.
“Sebagai Perusahaan BUMN, selain bertanggung jawab langsung kepada pemerintah, PT Enero memiliki tanggung jawab moral yang sangat kuat kepada kemaslahatan masyarakat, terutama warga sekitar sebagai tetangga kami. Sejak awal berdiri, kami rekrut tenaga kerja dari warga sekitar. Rasionya hampir 95 persen. Tentu, posisi dan karirnya sesuai dengan kompetensinya. Kami percaya, pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal,” kata Reza Fahlevi.

Selain memproduksi bioetanol, PT Enero juga mengolah sisa hasil produksi menjadi Pupuk Hayati Enero (PHE), pupuk organik cair yang berfungsi memperbaiki struktur tanah pertanian dan perkebunan.
“Produk PHE (Pupuk Hayati Enero) ini, jika diaplikasikan ke lahan secara berkala selama tiga tahun berturut-turut akan bisa memangkas ketergantungan terhadap pupuk anorganik (kimia) sampai 40 persen. Pupuk ini bisa didapatkan para petani untuk kebutuhan retail maupun besar,” kata Reza.

Menurut Reza, keberhasilan industri hanya bermakna jika memberikan manfaat luas bagi lingkungan sekitar. Melalui pemanfaatan vinasse menjadi PHE, PT Enero berupaya memulihkan kesuburan lahan pertanian yang selama ini jenuh akibat penggunaan bahan kimia berlebih.
“Kehadiran Enero harus menjadi manfaat nyata bagi banyak pihak—mulai dari petani yang lahannya kembali subur, warga yang mendapatkan akses pekerjaan, hingga negara yang semakin mandiri secara energi. Kami ingin membuktikan bahwa Enero adalah katalisator bagi ekosistem energi baru terbarukan yang tidak hanya tangguh secara ekonomi, tetapi juga tulus dalam menjaga kelestarian Bumi Pertiwi,” kata Reza Fahlevi. (Kn/*)

Facebook Comments