Kinni.id, Batam – Akses jalan lalu lintas kendaraan di kawasan Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, kini dialihfungsikan menjadi pasar. Ruas jalan umum tersebut dipenuhi lapak pedagang kaki lima (PKL) yang menjual beragam barang bekas.
Kawasan Pasar Jodoh dikenal sebagai sentra penjualan barang seken atau barang bekas yang diduga berasal dari impor. Berbagai jenis barang dijajakan, mulai dari sepatu, tas, pakaian, hingga barang elektronik bekas. Namun, penggunaan ruas jalan umum sebagai lapak dagang dinilai mengganggu fungsi jalan yang seharusnya diperuntukkan bagi lalu lintas kendaraan.
Awak media Kinni.id memperoleh keterangan dari salah satu pedagang seken di lokasi tersebut. Pedagang itu mengeluhkan kondisi usaha yang kian sulit.
“Sekarang sudah susah berdagang seken, barang susah masuknya mahal pula. Sewa lapak disini mahal pertahun 40 juta ada yang 30 juta tergantung ukurannya. Kalau saya ambil setengah tahun 20 juta, disebelah lagi 40 juta,” tuturnya, Rabu (7/01/26).
Ia juga menyadari bahwa lokasi berdagangnya berada di badan jalan umum.
“Sebetulnya ini jalan bang, ini saya bayar uang parkir 5.000 perhari uang sampah ada juga. Saya baru 5 tahun jualan seken disini, iya inikan mungkin sudah di kategorikan pungli. Tapi namanya saya jualan di sini gimana lagi bang,” ungkapnya.
Saat ditanya mengenai jumlah lapak yang berdiri di sepanjang jalan Pasar Jodoh, sumber tersebut memperkirakan jumlahnya cukup banyak.
“Perkiraan ada kurang lebih 100 lapak. Pagi lain orang pedagang, siang nanti lain orang lagi bang,” jelasnya.
Keterangan serupa disampaikan pedagang lain. Seorang pedagang buah yang ditemui saat awak media berbelanja mengaku harus membayar sewa lapak dengan harga tinggi.
“Wah mahal bang saya 60 juta pertahun, gimana lagi bang terpaksa,” pungkasnya.

Sementara itu, pedagang yang menyewa lapak secara bulanan mengatakan tarif sewa juga cukup memberatkan.
“Di sini kalau perbulan 3.000.000 sampai 4.000.000. Ya tergantung besar kecilnya lapak. Saya tak berani kalau tanya sewa pertahun, takut kiranya mau sewa pertahun pula,” tambahnya.
Terkait pihak yang menyewakan lapak, pedagang tersebut menyebut adanya pihak tertentu yang berpengaruh.
“iya sama orang yang berkuasa di sini, mungkin ada juga Dinas. Kan ini jalan sebetulnya, kalau tak ada orang Dinas sudah lama digusur semua,” pungkasnya.
Untuk memperoleh klarifikasi, awak media Kinni.id mencoba mengonfirmasi Pemerintah Kota Batam melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam.
Namun hingga berita ini diterbitkan, Kepala Satpol PP Batam Imam Tohari belum memberikan jawaban. (IW)



