Distribusi Elpiji Subsidi Dipertanyakan di Batam

0
711

Kinni.id, Batam – Sebuah mobil pribadi kedapatan mengangkut tabung gas elpiji subsidi 3 kilogram di Kota Batam, Kepulauan Riau. Temuan ini menimbulkan pertanyaan mengenai kepatuhan terhadap aturan distribusi gas bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat tertentu.

Mobil Xenia berwarna hitam bernomor polisi BP 1692 DK tersebut ditemukan di wilayah Pasir Putih, Kecamatan Batam Kota. Seluruh kursi penumpang dilepas dan digantikan dengan tabung gas elpiji subsidi 3 kilogram yang disusun memenuhi bagian dalam kendaraan.
Saat ditemui di lokasi, sopir kendaraan itu memberikan keterangan kepada awak media.

“Iya ini gas elpiji 3 kilogram saya antar ke laundry.”
Ketika ditanya mengenai asal gas elpiji yang diangkut, sopir tersebut menjelaskan,
“Pangkalan subagen, bukan pangkalan. Terus ada yang ngelansir, kita ngantar ke laundry di wilayah Pasir Putih. Saya ngambil di Bengkong Sadai, di ruko kedai sembako,” tuturnya.

Hasil penelusuran Kinni.id di lapangan, jumlah tabung gas elpiji subsidi yang diangkut diperkirakan mencapai puluhan tabung dan ditata rapat dari bagian depan hingga bagasi kendaraan. Tidak terlihat adanya dokumen resmi pengangkutan maupun identitas pangkalan resmi yang melekat pada tabung-tabung tersebut.

Selain itu, kendaraan yang digunakan tidak dilengkapi tanda pengenal usaha niaga elpiji maupun perlengkapan keselamatan pengangkutan bahan bertekanan. Aktivitas pemindahan tabung juga dilakukan tanpa pengawasan petugas berwenang. Sejumlah warga sekitar mengaku aktivitas serupa bukan kali pertama terlihat di kawasan tersebut.

Sebagai informasi, elpiji subsidi 3 kilogram merupakan barang yang penyalurannya diatur pemerintah dan hanya diperuntukkan bagi rumah tangga, usaha mikro, nelayan, serta petani sasaran. Pengangkutan dan pendistribusian elpiji bersubsidi wajib dilakukan melalui rantai resmi, mulai dari agen hingga pangkalan, serta tidak diperkenankan digunakan untuk kepentingan komersial skala besar di luar ketentuan.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya meminta konfirmasi kepada Pertamina Patra Niaga Batam. Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Batam, Hanif Pradipta Nur Shalih, belum memberikan tanggapan hingga Sabtu (3/1/2026). (Iw/kn)

Facebook Comments
BACA JUGA :   DPRD provinsi Lampung Gelar Bimtek Idelogi Pancasila