Pemprov Lampung Pantau Harga Pangan Jelang Tahun Baru 2026

0
284

Kinni.id, Bandar Lampung — Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Provinsi Lampung meningkatkan kesiapsiagaan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran.

Upaya tersebut dilakukan mulai dari memastikan stok pangan hingga mengendalikan harga kebutuhan pokok agar tetap terjangkau masyarakat. Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, M Zimmi Skil, turun langsung ke Pasar Kangkung, Bandar Lampung, Sabtu (27/12/2025), untuk memantau harga bahan pangan.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras medium merek SPHP (Bulog) terpantau Rp 12.000 per kilogram, sedangkan beras premium merek Dua Koki Rp 15.000 per kilogram. Gula pasir curah dijual Rp 17.500 per kilogram, minyak goreng curah Rp 18.000 per liter, dan minyak goreng premium merek Sunco Rp 22.000 per liter.

Sementara itu, harga daging sapi berada di kisaran Rp 130.000 per kilogram dan telur ayam broiler Rp 28.000 per kilogram.
“Untuk harga sudah mulai stabil, sebelumnya cabai mengalami kenaikan, sekarang cabai merah sudah turun 45 ribu per kilogram,” ujar M Zimmi Skil kepada media.

Adapun harga cabai rawit hijau tercatat Rp 70.000 per kilogram dan cabai rawit merah atau cabai setan juga Rp 70.000 per kilogram. Harga bawang merah dijual Rp 40.000 per kilogram, bawang putih honan Rp 35.000 per kilogram, serta bawang bombay Rp 35.000 per kilogram.

Pemerintah Provinsi Lampung memastikan ketersediaan bahan pokok aman dan harga relatif terkendali menjelang Nataru. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pengawasan dilakukan dengan turun langsung ke pasar-pasar tradisional untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung menegaskan, langkah pengawasan intensif ini merupakan bentuk antisipasi terhadap lonjakan permintaan masyarakat yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan dan pergantian tahun.

BACA JUGA :   Ninik Rahayu: Wartawan Perempuan Perlu Perlindungan Hukum

“Menjelang Nataru, kami turun langsung ke lapangan untuk mengecek harga-harga barang kebutuhan pokok. Alhamdulillah, berdasarkan pantauan stok bahan pokok di pasaran aman dan mencukupi hingga awal tahun,” paparnya.

Sebelumnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal juga melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pesisir Barat dengan mengunjungi Pasar Way Batu untuk mengecek langsung harga kebutuhan pokok jelang Nataru. Dalam kunjungan tersebut, gubernur berdialog dengan para pedagang sekaligus memantau harga cabai.

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam mengendalikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) bahan pokok di pasar-pasar tradisional di seluruh Lampung. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menginginkan indeks harga di tingkat petani berada di atas harga pokok produksi (HPP), namun tetap memastikan masyarakat memperoleh harga kebutuhan pokok sesuai harga eceran tertinggi (HET) atau harga acuan pemerintah (HAP). (Kn)

Facebook Comments