Wartawan di Pagar Alam Diduga Dianiaya Oknum Kontraktor

0
1256

KINNI.ID, PAGAR ALAM – Seorang wartawan di Kota Pagar Alam diduga mengalami tindakan kekerasan dan penganiayaan yang telah direncanakan. Korban adalah Kipri Herdiansyah, wartawan Koran Potensi sekaligus Bendahara Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) Kota Pagar Alam. Ia diduga dianiaya oleh seorang kontraktor berinisial RL pada Senin (8/12/2025) sekitar pukul 17.20 WIB di depan rumah pelaku di RT 01/RW 01, Desa Jangkar, Kelurahan Jangkar Emas, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam.

Peristiwa pemukulan itu bermula ketika korban ditelepon oleh pelaku yang memintanya datang ke rumah. Meski sempat menolak karena masih bekerja, korban akhirnya memenuhi permintaan pelaku. Setibanya di depan pintu rumah, pelaku disebut langsung memukul korban tanpa sepatah kata. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka robek di dahi kanan, lebam di dahi kiri, luka di bibir, serta lecet pada hidung.

Saat ditemui awak media, Kipri menjelaskan bahwa dugaan pemukulan terjadi karena pelaku tersinggung oleh pemberitaan terkait proyek yang dikerjakannya. Ia menuturkan, “dugaan pelaku melakukan pemukulan atas ketersinggungan terkait adanya pemberitaan yang terbit di beberapa media online terkait proyek yang dia kerjakan padahal hal tersebut saya tidak mengetahui persisnya, dan pemukulan terjadi berawal pelaku menelpon saya melalui WhatsApp, pada hari Senin Tanggal 08 Desember 2025 sekira pukul 14:33 WIB.”

Kipri melanjutkan, “Dan saya jawab saya lagi sibuk kalau kamu ada perlu dengan saya silahkan kamu datang ke kantor PU, karena saya sedang di sini, atau silakan sampaikan langsung melalui telepon, karena saya lagi sibuk dan pelaku menjawab pokoknya saya mau ketemu dengan kamu, nanti kamu ke rumah saya ada perlu penting. Saya jawab insa’allah kalau sempat saya mampir lalu telepon saya akhiri.”

BACA JUGA :   Prihatin Harga Kebutuhan Pokok Naik, Sekjen Gerindra Bagikan Ratusan Paket Sembako di Lamsel

Menurutnya, pelaku kembali menghubungi melalui pesan suara. “Sekira pukul 16:47 WIB pelaku mengirim pesan voice note, dengan kalimat ‘dimana saya mau ketemu bener dengan kamu atau dimana kamu saya kesana’ kata pelaku,” ujarnya.
Merasa tak enak hati, Kipri mengajak rekannya, Barlian, untuk datang menemui pelaku.

“Sesampainya di depan rumah pelaku saya turun dan menuju rumah pelaku, sesampainya di depan pintu, pelaku keluar dan saya langsung bertanya dengan pelaku, apa ceritanya kamu mau ketemu dengan saya karna tadi saya masih sibuk dan ini juga belum selesai, tanpa bicara pelaku langsung memukul saya dengan cara membabi buta,” tutur Kipri.

Ketua IWO-I Kota Pagar Alam, Heri Kusnadi, mengecam keras tindakan tersebut. “Saya mengecam keras atas kejadian penganiayaan yang terjadi pada anggota kami selaku bendahara DPD IWO-I Kota Pagar Alam. Saya meminta kepada APH untuk segera menindaklanjuti laporan korban, sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, dikarenakan perbuatan yang melawan hukum dan mencederai insan pers,” ujarnya.

“Kami berharap kepada APH, khususnya Kepolisian Resort Kota Pagar Alam Polda Sumsel, untuk menindak tegas pelaku penganiayaan tersebut agar kejadian serupa tidak terulang lagi ke depannya kepada anggota kami dan insan pers yang bertugas di Kota Pagar Alam. Atas adanya kejadian ini, kami seluruh anggota IWO-I Kota Pagar Alam akan mengawal kasus ini sampai tuntas,” tegas Heri. (Kn/*)

Facebook Comments