Bosscha Space Cafe, Mengawal Reputasi Teh Walini

0
284

KINNI.ID, BANDUNG – Nama Bosscha Space Cafe sudah akrab di kalangan warga Bandung. Berada di Jalan Ir. H. Djuanda No.92, tempat hangout milik PTPN I Regional 2 ini memilih menyebut diri sebagai kafe, meskipun produk utama yang dikawal reputasinya adalah teh. Istilah “ngeteh di warung kopi” terasa pas untuk rumah kuliner bergaya modern klasik ini.

Seperti kafe pada umumnya, Bosscha Space menjaring penikmat kopi, teh, makanan ringan, dan aneka kuliner lainnya. Lokasinya strategis, dengan desain gedung artistik bernuansa artefak kejayaan masa lalu yang dipadu pelayanan modern. Konsep ini dipilih bukan tanpa alasan. Kafe ini memang dipromosikan untuk menghidupkan kembali kejayaan teh produksi BUMN perkebunan, yakni Teh Walini.

Singgah di kafe ini, pengunjung bisa menikmati atmosfer masa lampau ketika para tuan dan nyonya Belanda menyeruput teh dalam jamuan prestisius. Suasana itu dibangun melalui display foto-foto dan narasi tentang reputasi Teh Walini. Imaji masa lalu kemudian dihidupkan lewat sajian Teh Walini hangat yang bisa dipesan di kafe ini.

Asisten Manajer Food and Beverage (FnB) Bosscha Space Cafe Hasnah Hanifah, atau akrab disapa Teh Hani, menjelaskan misi kafe ini sebagai pengungkit produk Teh Walini sekaligus etalase berbagai produk PTPN lainnya.
“Bosscha Space Cafe adalah fasilitas perusahaan (PTPN I Regional 2) yang memadukan aspek bisnis, edukasi, dan etalase perusahaan. Ada suasana dan literasi yang kami pajang untuk memancing curiosity atau rasa ingin tahu pengunjung. Staf kami juga dibekali pengetahuan tentang misi ini. Jadi, kami dengan senang hati jika ada pengunjung yang bertanya-tanya tentang produk dan perusahaan kami,” kata Teh Hani.

Ia menambahkan, Bosscha Space Cafe menjadi etalase produk-produk PTPN I, terutama Teh Walini. Dengan begitu, pengunjung tidak hanya membeli, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga tentang dunia teh.

BACA JUGA :   Pemprov Lampung bersama DPP Lampung Sai dan Majelis Penyimbang Adat Lampung Gelar Tradisi Blangikhan

Edukasi diberikan melalui foto-foto sejarah yang terpampang di dinding kafe. Pengunjung bisa melihat bagaimana perjalanan teh di kebun-kebun PTPN dari masa ke masa. Barista yang bertugas juga memberikan penjelasan tentang manfaat dan proses pengolahan teh, mulai dari teh putih, hijau, hingga hitam.

Konsep ini bertujuan mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, tentang kekayaan dan kualitas Teh Walini. Melalui pendekatan modern dan interaktif, PTPN I Regional 2 berharap persepsi masyarakat bergeser, bahwa teh bukan sekadar minuman kuno, melainkan minuman modern dan kekinian.

“Selain sebagai sarana edukasi, kehadiran Bosscha Space Cafe juga diharapkan dapat meningkatkan penjualan dan brand awareness Teh Walini, serta memberikan kontribusi positif bagi pendapatan perusahaan,” ujar Hasnah.

Keberhasilan konsep ini dirasakan pengunjung. Siska (27), warga Soreang, menilai fasilitas ruangan yang lega, wifi kencang, dan suasana tenang membuat kafe ini kondusif untuk relaksasi sekaligus aktivitas daring.
“Saya tidak menyangka, ke kafe ini ternyata bisa dapat pengetahuan baru. Ada foto-foto perkebunan teh yang indah dan mendapat penjelasan langsung dari baristanya. Jadi, tidak hanya sekadar minum, tapi juga dapat cerita di balik secangkir teh yang saya nikmati,” kata Siska.

Pengunjung lain, Adi, juga mengapresiasi konsep edukasi yang diusung Bosscha Space.
“Ini ide yang cerdas. Sambil santai, kita bisa belajar sejarah dan tahu lebih banyak tentang produk lokal. Teh Walini yang disajikan juga rasanya enak dan variatif,” ujarnya.

Dengan konsep ini, Bosscha Space Cafe diharapkan menjadi jembatan antara PTPN I dan masyarakat. Selain menjadi pusat promosi produk, kafe ini juga menjadi tempat yang nyaman bagi karyawan, tamu, dan warga sekitar untuk bersantai dan berdiskusi.

Kafe ini buka setiap hari kerja, pukul 08.00 hingga 22.30 WIB. (Kn/*)

Facebook Comments