Transaksi Misi Dagang Jatim–Lampung Tembus Rp1 Triliun

0
299

Kinni.id, BANDAR LAMPUNG — Provinsi Jawa Timur dan Lampung mencatat sejarah baru dalam penguatan kerja sama ekonomi lintas daerah. Melalui agenda Misi Dagang dan Investasi di Kota Bandar Lampung, Rabu (7/8/2025), total nilai transaksi dagang antara kedua provinsi mencapai Rp1.055.340.950.000.

Kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal ini menjadi langkah strategis untuk mendorong konektivitas ekonomi, memperkuat perdagangan antardaerah, serta meningkatkan potensi sektor unggulan masing-masing provinsi.

Dari total transaksi tersebut, nilai penjualan Jawa Timur mencapai Rp800.440.950.000, sedangkan nilai pembelian produk asal Lampung sebesar Rp254.900.000.000.

Komoditas unggulan Jawa Timur yang diminati pembeli meliputi kopi, rokok, gula merah batu dan cair, aneka makanan laut, anak ayam petelur (DOC dan pullet), ternak sapi, rempah jahe, benih tanaman pangan dan hortikultura, mesin las, serta barang dagangan umum.

Adapun komoditas strategis asal Lampung yang dibeli Jawa Timur mencakup rajungan kupas, karet lump, aneka udang dan ikan pangasius, arang batok kelapa, udang vaname, dan jagung.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, misi dagang ini menjadi bukti konkret bahwa sinergi antardaerah merupakan fondasi penting dalam membangun ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

> “Kolaborasi antarprovinsi seperti ini harus terus diperluas, bukan hanya untuk peningkatan perdagangan, tapi juga untuk membuka jalan investasi dan industrialisasi komoditas unggulan daerah,” ujar Khofifah.

Senada, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan kesiapan Lampung menjadi mitra dagang strategis bagi provinsi lain, khususnya di sektor pertanian, perikanan, dan hasil bumi.

> “Kami menyambut baik kerja sama ini. Harapannya, pelaku usaha lokal juga bisa mengambil peran lebih aktif dalam rantai perdagangan antardaerah,” kata Rahmat.

BACA JUGA :   Pemko Batam Raih Peringkat I Penilaian Barang Milik Daerah pada Kekayaan Negara Award 2024

Selain pelaku usaha besar, misi dagang ini juga memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan menjalin kemitraan dagang. Pemerintah daerah berharap kegiatan serupa rutin dilakukan bersama provinsi lain untuk memperkuat ekosistem perdagangan domestik yang inklusif.

Sebanyak 100 pelaku usaha dari Jawa Timur berpartisipasi, terdiri dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (12), Dinas Kelautan dan Perikanan (9), Dinas Koperasi dan UKM (4), Dinas Perkebunan (6), Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura (7), Dinas Kehutanan (5), serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (54).

Selain itu, tiga pelaku usaha dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lampung Utara juga turut ambil bagian.

Misi dagang ini diharapkan menjadi model kemitraan daerah yang dapat direplikasi secara nasional demi mewujudkan perdagangan antarwilayah yang saling menguntungkan. (Kn/*)

Facebook Comments