Munir Nilai Lampung-Jatim Punya Banyak Peluang Kerja Sama

0
439

Kinni.id, BANDAR LAMPUNG – Wakil Ketua Umum Kadin Lampung Bidang Industri dan Perdagangan, Munir Abdul Haris, menilai Provinsi Lampung memiliki banyak peluang kerja sama strategis dengan Provinsi Jawa Timur setelah gelaran Misi Dagang yang berlangsung di Bandarlampung, Kamis (7/8).

Munir hadir mewakili Ketua Umum Kadin Lampung Muhammad Kadafi yang berhalangan karena agenda di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mewakili Ketua DPRD Provinsi Lampung.

“Alhamdulillah kemarin sudah dibuka Misi Dagang Jatim dengan Lampung, dan misi dagang Jatim-Lampung ini bukan untuk pertama kalinya. Sebelumnya pada 2022, tahun ini ada 153 pelaku usaha yang dihadirkan, 100 dari Lampung dan 53 dari Jawa Timur. Jadi terbuka banyak peluang kerja sama,” ujar Munir kepada wartawan, Jumat (8/8).

Dari hasil pertemuan bisnis dengan pengusaha asal Jawa Timur, Kadin Lampung tidak hanya mencatat transaksi perdagangan, tetapi juga membangun kesepahaman awal untuk menjalin kemitraan di sektor pertanian, kelautan dan perikanan, jasa industri kreatif, hingga penyediaan bahan baku industri.

“Lampung punya komoditas seperti rajungan, karet lumb, udang, arang batok, vaname, dan jagung. Sementara di Jatim yang paling diminati adalah rokok, kopi, gula merah, seafood, DOC & Pullet, sapi, benih tanaman, arang batok, dan mesin las,” jelas Munir.

Menurutnya, kekuatan masing-masing provinsi dapat disinergikan untuk memperkuat rantai pasok domestik serta menurunkan biaya logistik antarwilayah.

“Nanti kita sinergikan bersama agar kebutuhan di sini bisa terpenuhi dari sana, dan kebutuhan di Jatim bisa kita penuhi dari sini,” lanjutnya.

Sinergi antardaerah ini, kata Munir, merupakan kunci dalam membangun ketahanan ekonomi nasional berbasis kekuatan lokal dan memperbesar kontribusi sektor riil terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

BACA JUGA :   Syarif Hidayat Gelar Sosialisasi Ideologi Pancasila Bersama Siswa SMK 2 Mei Bandar Lampung

Munir yang juga anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung turut mengapresiasi rencana pembangunan pabrik gula merah di Lampung oleh investor asal Kediri, Jawa Timur. Investasi ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2026.

“Kita sambut baik karena ini akan mempercepat hilirisasi produk pertanian di Lampung dan membuka lapangan kerja baru. Investasi seperti ini juga mempertegas peran daerah sebagai basis produksi nasional,” pungkasnya.

Dalam Misi Dagang Jatim-Lampung 2025, total nilai transaksi mencapai Rp 1,055 triliun, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya. “Alhamdulillah di tengah ketidakpastian ekonomi global, kemarin acara misi dagang tembus transaksi sampai akhir acara 1 triliun lebih,” ujarnya. (Kn/*)

Facebook Comments