Korban Bullying di Sekolah Kota Batam Alami Trauma Berat, Orangtua Lapor ke DPRD

0
764

Kinni.id, Batam – Kasus perundungan atau bullying kembali mencuat di salah satu sekolah bergengsi di kawasan Jalan Brigjen Katamso, Simpang Bundaran Base Camp, Sagulung, Kota Batam. Korban berinisial SP duduk dibangku kelas III (tiga) Sekolah Dasar (SD) Globe National plus, mengalami trauma berat akibat perlakuan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh teman-teman sekelasnya dan kini enggan melanjutkan pendidikannya disekolah tersebut.

Menurut pengakuan BS orang tua korban, SP kerap mendapatkan ejekan terkait bentuk tubuhnya. Bahkan mengalami perlakuan memalukan di depan kelas, salah satu insiden yang paling membekas adalah saat celana SP ditarik paksa oleh teman sekelas hanya demi menebak warna pakaian dalamnya.

“Awalnya saya tidak tahu apa-apa, saya justru mendapat informasi dari orang tua murid lain. Anak saya tidak pernah bercerita. Namun, setelah penerimaan rapor, saya akhirnya bertanya langsung, dan SP mengaku sering di-bully di sekolah,” ujar orang tua korban, dengan nada kecewa menjelaskan kemedia kinni.id, Jum’at,(27/12/2024) di Gedung DPRD Kota Batam usai melaporkan terkait Bullying ke Komisi IV.

Orang tua korban juga menyayangkan kurangnya pengawasan dari pihak sekolah. Mereka merasa dengan biaya SPP yang mahal, seharusnya keamanan dan kenyamanan anak-anak di lingkungan sekolah menjadi prioritas utama.

Mirisnya, salah satu pelaku perundungan diduga merupakan anak dari tenaga pengajar di sekolah tersebut.

Ketika orangtua korban beserta beberapa rekannya berada diruang Komisi IV DPRD Kota Batam, anggota Komisi IV Heri menuturkan, “Kita akan rapatkan dengan teman di komisi IV dan kita akan Rapat Dengar Pendapat (RDP) kan nantinya usai libur nanti dan kita beri tahu Ketua DPRD juga.”

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, ketika dikonfirmasi awak media ini melalui pesan whatshap, menjelaskan terkait kasus bullying tersebut.
“Untuk kasusnya sudah kami klarifikasi ke tim ppks globe plus serta Kepsek dan telah dibuat kronologis peristiwanya. Menurut kami itu bukan bullying, karna dari info yang kami peroleh peristiwa itu terjadi saat mereka sedang melakukan truth and dare.”

BACA JUGA :   Hari Anak Nasional, AHY Ajak Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak-anak Dari Virus Covid-19

Kadis Pendidikan menyayangkan hal peristiwa menurunkan celana bagi siswa yang kalah dalam permainan.
“Namun peristiwa menurunkan celana sebagai sanksi bagi mereka yang kalah tetap kami sayangkan. Seharusnya tidak boleh melakukan hal tersebut,” Ujarnya.

“Kami sudah meminta kepada Kepsek dan tim ppks untuk segera menyelesaikan masalah tersebut dan selanjutnya melakukan sosialisasi kepada seluruh siswa dan orangtua terkait masalah ketentuan dalam permerdikbudristek no. 46 tahun 2023 tentang pencegahan dan penanganan tindak kekerasan disatuan pendidikan. Agar mencegah hal tersebut tidak terjadi kembali,” jelasnya.

Untuk menindak lanjuti awak media mencoba konfirmasi, mengunjungi ke sekolah Globe National plus untuk menemui Kepala Sekolah. Sementara itu, pihak sekolah saat di temui diminta keterangan oleh awak media.
“Belum ada aktivitas, dikarenakan libur Natal dan tahun baru hingga tanggal 6 Januari 2025,” ujar resepsionis sekolah tersebut. (Iw)

Facebook Comments